Mohon tunggu...
OSTI  LAMANEPA
OSTI LAMANEPA Mohon Tunggu... DEO GRATIA (RAHMAT ALLAH)

MAHASISWA FILSAFAT DAN TEOLOGI

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal

22 April 2021   08:45 Diperbarui: 3 Mei 2021   10:19 73 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal
134712359-2540147666290279-1038762849517559316-n-608f6bb4edb24b30f1146712.jpg

Stusi Analisis Kritis Review Artikel Warta Flobamora; Pembelajaran Berbasis Kearifan

Lokal di SMPN 1 Nagawutung, Kabupaten Lembata, Flores Timur

I. Pengantar

Pendidikan merupakan upaya masyarakat dalam mempersiapkan keberlangsungan hidup generasinya dalam menghadapi tantangan kehidupannya pada masa yang akan datang. Pewarisan budaya dan karakter bangsa adalah salah satu wujud mempersiapkan generasi yang berkarakter positif di era globalisasi. Proses-proses pendidikan harus dapat dikembangkan dengan menginternalisasikan budaya kedalam proses pembelajaran sebagai wujud penguatan pendidikan karakter. Fokus saya dalam tulisan ini adalah membahas suatu metode pendidikan baru yang di lakukan oleh salah satu sekolah yakni SMPN I Nagawutung di Kabupaten Lembata, Flores Timur. Suatu model pendidikan baru yang diterapkan di sekolah SMPN 1 Nagawutung ini adalah "Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal". Saya menaruh perhatian penuh terhadap tema yang terkait dengan metode studi analisis kritis review artikel Warta Flobamora yang di tulis oleh Rachman Firdaus, M.Pd, Guru SMPN I Nagawutung edisi 71, tahun VII, 2019.

II. Pembahasan

2.1. Pentingnya Pendidikan Untuk Merawat dan Melestarikan Kearifan Lokal

Dalam zaman moderen ini, pemahaman siswa tentang nilai-nilai budaya lokal masih sangat terbatas dan sangat memprihatinkan. Mereka kurang mampu merawat dan melestarikan budaya lokal karena zaman mereka berbeda dengan zaman yang dulu. Zaman mereka sekarang ini ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dampak dari kemajuan teknologi ini membuat mental siswa semakin hari, semakin merosot. Mereka lebih memilih menggunakan media online daripada berlatih menari atau kesenian daerah lainnya.

Pendidikan bukan sekedar persoalan teknik pengolahan informasi, bahkan bukan penerapan teori belajar di kelas atau menggunakan hasil ujian prestasi yang berpusat pada mata pelajaran (subject centered achievement testing). Pendidikan merupakan usaha yang kompleks untuk menyesuaikan kebudayaan dengan kebutuhan anggotanya, dan menyesuaikan anggotanya dengan cara mereka mengetahui kebutuhan kebudayaan (Jerome Bruner, 2015: 178)

. Merawat dan melestarikan kearifan lokal itu sangat penting. Hal ini merupakan suatu dimensi yang membuat manusia di sebut sebagai manusia berbudaya. Manusia mengubah sejarah alam, dimana manusia juga bagian dari objek itu, menjadi sejarah kebudayaan dimana manusia sekaligus menjadi subjek itu sendiri. Inilah yang dikenal sebagai proses humanisasi manusia dari kebudayaan dan kearifan lokal (Raymundus Sudhiarsa, 2017: 15).

Manusia menciptakan sejarah dunia, sejarah dengan jejak-jejak budaya dan kearifan lokal sebagai ekspresi dari upayanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia bukan hanya menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya, tetapi juga mengolah lingkungannya, bahkan mengendalikan dan berupaya menguasainya, karena manusia di suatu sisi sebagai penguasa atas alam. Dengan kata lain, kebudayaan dan kearifan lokal itu adalah ranah khas manusia, yang membedakan perilaku manusia dari perilaku-perilaku makhluk lain.

2.1.1. Kearifan Lokal Sebagai Sarana Pendidikan Pembentukan Karakter

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN