Mohon tunggu...
Opa Jappy
Opa Jappy Mohon Tunggu... Konsultan - Orang Rote yang Bertutur Melalui Tulisan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

http://jappy.8m.net

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Idul Fitri di Ukraina

2 Mei 2022   09:00 Diperbarui: 2 Mei 2022   18:32 218 10 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dokumentasi Kompas.com via (AFP/DANIEL LEAL)

Sukabumi, Jawa Barat | Ukrania negara dengan mayoritas warga penganut Kristen Ortodoks, ternyata pahami betul makna kesetaraan kemanusiaan, lepas dari latar keagamaannya.

Dari sekitar 50 juta penduduk Ukraina, ada 2 % warga yang beragama Islam. Walau minoritas, tapi Umat Islam di Ukraina menikmati kebebasan beribadah, mudah berinteraksi sosial, dan menikmati fasilitas sosial lainnya. Bahkan, Negara menetapkan Idhul Adha dan Idul Fitri sebagai Hari Libur Nasional; sesuatu mungkin yang tak ada di AS, Rusia, China, ataupun Negara-negara Eropa lainnya.

Sikon dan suasana seperti itu, menjadikan suatu waktu, Dubes RI di Ukraina, Chrisnandi, menyatakan bahwa, "Bagi umat Muslim yang berada di Ukraina merayakan lebaran tahun ini merupakan keistimewaan tersendiri. Keistimewaan pertama adalah pengaruh iklim setempat. 

Lebaran tahun ini jatuh di penghujung musim semi menuju ke musim panas, sebuah rentang waktu peralihan dengan suhu udara yang hangat dan nyaman. Kedua, beberapa hari sebelum Lebaran, pemerintah Ukraina melakukan pelonggaran karantina sehingga umat Muslim dapat beribadah di mesjid meski tetap harus mematuhi protokol kesehatan."

Lalu, bagaimana dengan Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H di Ukraina?

Sejumlah jejak digital menunjukan bahwa Umat Islam Ukraina tetap menjalankan puasa, juga taraweh, di antara reruntuhan apartemen, rumah, dan masjid; mereka lakukan itu, walau resiko tewas terkena bom Rusia. Bom, peluru, mesiu, serangan boleh ada, tapi puasa tetap dijalankan.

Saat Idul Fitri ini, di Ukraina sebagai Libur Nasional, sikon perang, alarm serangan udara, dan waspada serbuan dari tentara Rusia, masih tetap berlaku, bahkan semakin ditingkatkan.

Ternyata, sebagaimana diduga sebelumnya, tepat pada perayaan Idul Fitri, sebagai momentum penentuan dan menentukan hasil serangan Rusia terhadap Ukraina. Karena tentara darat Rusia sudah kelelahan, tidak ada semangat bertempur, dan ribuan yang tewas, termasuk 7 jenderal. Bahkan, menurut berbagai sumber independen, tentara Rusia yang tewas di Ukraina 2-3 kali lebih banyak dari warga sipil dan tentara Ukraina.

Kemampuan Ukraina keluar dari zona tekanan Rusia, telah memperkuat Nasionalisme warga, termasuk Umat Islam, untuk mengusir penjajah dan mempertahankan Tanah Air.

Itulah Umat Islam di Ukraina, sekalipun dalam ketertindasan, ancaman bom, desingan peluru, mereka tetap laksanakan Ibadah, Ramadhan, Idul Fitri, dan Membela Tanah Air.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan