Mohon tunggu...
Opa Jappy
Opa Jappy Mohon Tunggu... Orang Rote yang Bertutur Melalui Tulisan

Orang Rote yang Bertutur Melalui Tulisan. Akun Resmi Jappy M Pellokila di Kompas.Com dengan motto Bebas Menyuarakan Kebebasan. Tulisan lain: http://indonesiahariini.id/ http://jappy.8m.net https://twitter.com/OpaJappy">https://twitter.com/OpaJappy Dan juga ada di Berbagai Media Nasional dan LN. Akun Lama http://www.kompasiana.com/jappy

Selanjutnya

Tutup

Politik

Saling Lempar Kursi, Tanda Pengaruh Amin Rais Sudah Selesai

12 Februari 2020   08:23 Diperbarui: 12 Februari 2020   08:56 128 4 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Saling Lempar Kursi, Tanda Pengaruh Amin Rais Sudah Selesai
Dokumentasi Pribadi


Kutipan Menolak Lupa: Tak Memberi Pembelajaran Demokrasi

Amin Rais, tak seperti pemuka bangsa lainnya, yang berupaya mendorong dan menyokong pemerintah agar menjadi lebih baik, tapi merusaknya. Ia tak tampil sebagai "Yang Menenangkan Rakyat" melainkan mengprovokasi umat.

Dan, faktanya, sejak tampilnya Amin Rais di Perpolitikan Indonesia, ia selesai sebagai Ketua MPR; selebihnya, ia hanya menjadi oposisi tak cerdas.

So, Amin Rais tak memberikan kontribusi apa pun pada Bangunan Demokrasi Pancasila.

Sumber

=======

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Bogor, Jawa Barat | Video Kisruh PAN dan PAN Kisruh? Dua Hari terakhir menghiasi Media Pemberitaan dan Medsos; itu bukan kejutan. Sejak lama, saya sudah melihat 'gejala pertempuran' seperti itu.

Karena rancang bangun PAN, yang awalnya Terbuka dan Nasionalis, semakin bergeser ke 'politik keterpihakan' pada kelompok golongan. Apalagi, sejak sekian tahun lalu, Amin Rais 'turun dan hadir' di/bersama 'suporting Pilkada DKI Jakarta' sambil berseru 'kopar-kaper.'

Amin Rais, dengan kecerdasan yang ia miliki, selayaknya mampu menghasilkan ethos politik, pathos politik, dan logos politik dalam rangka membangun kedewasaan berpolitik Rakyat Indonesia, ternyata tidak.

Bahkan, ketika Pileg dan Pilpres 2019 yang lalu, sejatinya, Amin Rais bisa melakukan edukasi politik (sesuai keahlian dia) yang baik, benar, dan bermartabat kepada publik, ternyata jauh dari harapan. Hasilnya, menurun raihan suara PAN di Pileg dan tak ada satu pun orang PAN di Kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Paduan ketertinggalan dan kekalahan PAN tersebut, mereka bawa ke 'pertemuan akhbar;' dan, ternyata sangat seru karena saling rebutan dan lempar kursi. Suatu tontonan yang sangat menarik pada era kekinian.

Tontonan, rebutan dan lempar kursi, seperti pada puluhan tahun lalu ketika rapat (gerakan) mahasiswa. Tontonan seperti itu, pada era kekinian, nyaris tidak ada, sekalipun di rapat tingkat Karang Taruna, RT, ataupun Gerakan Mahasiswa, dan lain sebagainya.

Tontonan lempar dan rebutan kursi, juga menunjukan bahwa orang-orang PAN belum mencapai kedewasaan berorgasnisasi; serta PAN masih pada  Politik level kanak-kanak.

Yah. Itu lah PAN Pasca Pileg dan Pilpres 2019. PAN telah menuai atau panen dari banyak hal yang ditanam Amin Rais selama ini; hasil panen yang pahit, getir, dan menyakitkan.

Selain hasil panen tersebut, bisa jadi Pasca pengaruh Amin Rais di PAN, (akan) berdampak pada bergugurannya 'dinasti Amin Rais' atau putera putrinya di sana.

Mari, duduk manis sambil menanti dan melihat.

Opa Jappy | Indonesia Hari Ini

VIDEO PILIHAN