Opa Jappy
Opa Jappy Orang Rote yang Bertutur Melalui Tulisan

Akun Resmi Jappy M Pellokila di Kompas.Com dengan motto Bebas Menyuarakan Kebebasan. Tulisan lain: https://artikel867913207.wordpress.com http://jappy.8m.net https://twitter.com/OpaJappy">https://twitter.com/OpaJappy Dan juga ada di Berbagai Media Nasional dan LN. Akun Lama http://www.kompasiana.com/jappy

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Kompasianival dari Masa ke Masa

6 Desember 2018   21:27 Diperbarui: 8 Desember 2018   05:03 284 7 2
Kompasianival dari Masa ke Masa
Dokumentasi Kompasiana

Hari Ini di Srengseng Sawah Jakarta Selatan | Anda mungkin sudah sejak lama  bersahabat dengan Kompas (Kompas, salah satu Koran Harian tertua di Indonesia), Kompas.Com; kemudian Kompasiana.Com yang dilahirkan oleh Kompas.com. Kompasiana, yang awalnya lahir sebagai 'media interaktif intern para pengelola' Kompas.com kemudian berkembang menjadi  'media online terbuka' dengan syarat tertentu. ; dan persyaratan konten yang paling terbaik serta ketat.

Setelah terbuka 'untuk umum' itulah, Kompasiana menjadi salah satu 'daring sosial' yang di dalamnya, sejumlah besar penulis (pemula dan kawakan, calon wartawan atau pun wartawan) bergabung di dalamnya. Anggota atau penulis (aktif dan pasif) ataupun sekedar pembaca setia yang bergabung di Kompasiana, kini, mungkin mencapai lebih dari 350 ribu orang.

Menurut 'Tentang Kami' pada Kompasiana, makaKompasianana adalah

Platform blog dan publikasi online yang dikembangkan oleh Kompas Cyber Media sejak 22 Oktober 2008. Setiap konten (artikel, foto, komentar) dibuat dan ditayangkan langsung oleh Pengguna Internet yang telah memiliki Akun Kompasiana (disebut Kompasianer).

Di tahun pertama kehadirannya, Kompasiana dibangun sebagai blog jejaring internal untuk jurnalis dan karyawan Kompas Gramedia. Memasuki tahun 2009, produk yang didirikan oleh Pepih Nugraha ini berubah menjadi platform blog untuk semua orang. Nama Kompasiana sendiri diambil dari nama kolom yang diisi oleh Pendiri Harian Kompas, PK Ojong.

Dari tahun ke tahun, tampilan situs web Kompasiana (www.kompasiana.com) mengalami perubahan antarmuka, menjadi lebih bersih dan lebih mudah diakses. Sekian fitur interaktif juga terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan Kompasianer.

Keunikan Kompasiana terletak pada sisi pengelolaan konten yang dilakukan secara simultan. Meskipun setiap artikel yang dibuat Kompasianer langsung tayang, Kompasiana memoderasi isinya setiap saat untuk memastikan tidak ada yang melanggar syarat dan ketentuan. Dan untuk setiap konten terbaik, Kompasiana mengolahnya dan mempromosikannya 7x24 jam agar dibaca oleh lebih banyak orang.

Pada tahun 2017, produk digital yang semula menyandang slogan "Sharing. Connecting" ini mengusung slogan baru: "Beyond Blogging". "Lebih dari sekedar ngeblog" merupakan semangat dan tekad menghadirkan sesuatu yang lebih bermakna untuk khalayak blogger. Dengan tagline ini, masyarakat diharapkan lebih mudah mengenali Kompasiana sebagai produk media sosial buatan Indonesia. "Beyond Blogging" juga mempertegas posisi Kompasiana sebagai saluran berita dan opini masyarakat (Citizen News and Opinion Channel).

Selain menjadi wadah menulis bagi semua warga, Kompasiana telah menghubungkan banyak produk dan institusi untuk berinteraksi dengan Kompasianer dan khalayak lainnya lewat beragam kegiatan online dan offline seperti kompetisi blog, Kompasiana Nangkring, Visit, Blogtrip, Drive & Ride, dan sebagainya.

Berdasar kutipan di atas, jelas bahwa nama 'Kompasianer' atau orang yang menulis di Kompasiana diberikan oleh Pendiri Harian Kompas, PK Ojong. Karena fakta menunjukan bahwa Kompasiana lahir dari 'rahim' Kompas Gramedia. Pada awalnya, karena 'membernya' masih sedikit, jika ada yang muncul di Kolom Komentar (di bawah artikel), maka diikuti dengan 'chat sosial' yang penuh keakraban, dan seringkali tidak ada hubungan dengan artikel di atasnya atau dikomentari.

Sedangkan kata Kompasianival, saya tidak menemukan jejak lahir atau munculnya. Kata 'Kompasianival' mungkin pada tahun 2010 atau 2011, ketika Kompasianival yang Pertama. Agaknya, mereka yang melahirkannya, mengabungkan kata Kompasiana dan Festival sehingga menjadi Kompasianival; atau mungkin juga menggabungkan kata Kompasiana dan Karnival/karnaval sehingga menjadi Kompasianival , [tugas Sang Pendiri Kompasiana, Mr Pepih Nugraha untuk menjelaskannya, makna di balik kata Kompasiana dan Kompasianival, he he he he]. 

Kompasianival diadakan sebagai ajang 'ngumpul penulis dan pembaca' Kompasiana (bahkan pembaca Kompas Cetak dan Kompas.Com, dan teman-temannya) yang di isi dengan berbagai kegiatan, acara, dan interaksi. Termasuk di dalamnya aktivitas sebagai seorang blogger di Dunia Maya dan Dunia Nyata, diisi dengan perbincangan seputar fenomena aktivitas jurnalisme warga di jejaring sosial. Bahkan, di dalamnya juga ada arena saling kenal dan mengenal antara (dan antar) penulis dan pembaca serta pengelola Kompasiana.

##

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Kini, Tahun 2018, bersamaan dengan Satu Dekade Kompasiana, Kompasianival kembali digelar. Tentu saja, kali ini, Kompasianival harus lebih seru, atau malah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Jadi, mari simak lintasan Kompasianival pada tahun-tahun sebelumnya.

Kompasianival 2011

Kompasianival I 2011, bisa disebut 'Start Up' untuk mengukur sukses atau tidak, serta sampai jauh mana animo dan antusiasnya Kompasianer untuk mengikuti kegiatan. Saat itu, ada beberapa narasumber terkenal seperti Pepih Nugraha (pendiri Kompasiana), Indra Bigwanto (pendiri Koran Fesbuk), Ignatius Hariyanto (Pakar Jurnalistik), dan Wisnu Nugroho (bloger penulis buku Tetralogi Sisi Lain SBY). Plus, kedatangan tiga Putri Indonesia 2011, yaitu Maria Selena, Andi Tenri Natasha, dan Annisa Putri Ayudya.

Kompasianival 2012

Ternyata, setelah Kompasianival I, 2011, pada Kompasianer yang telah akrab, membangun 'komunitas' kesamaan minat dan fokus menulis. Sehingga pada  Kompasianival 2012, ada space untuk booth komunitas. Pada waktu itu, lantai dua Hall Gandaria City yang menjadi arena dan area acara, penuh, ramai, semarak, dan cerah ceria.

Waktu itu, Yusuf Kala salah satu narasumber menyatakana bahwa, "Makna pahlawan kini bukan lagi berhubungan dengan mengangkat senjata untuk menghadapi musuh. Pahlawan hadir pada insan yang rela berkorban untuk orang lain, walaupun bukan kewajibannya."

Kompasianival 2013

Kompasianival 2013 di Fountain Atrium 3A-th Floor, West Mall -- Grand Indonesia, tempat yang 'wah dan mewah;' namun banyak Kompasianer yang 'protes' karena tidak ada kegiatan komunitas. Karena itu, seorang Kompasianer menulis bahwa

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2