Opa Jappy
Opa Jappy Orang Rote yang Bertutur Melalui Tulisan

Akun Resmi Jappy M Pellokila di Kompas.Com dengan motto Bebas Menyuarakan Kebebasan. Tulisan lain: https://artikel867913207.wordpress.com http://jappy.8m.net https://twitter.com/OpaJappy">https://twitter.com/OpaJappy Dan juga ada di Berbagai Media Nasional dan LN. Akun Lama http://www.kompasiana.com/jappy

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Gubernur Sulawesi Tengah [Tidak] Ada di Area Bencana

9 Oktober 2018   19:26 Diperbarui: 9 Oktober 2018   20:04 880 5 3
Gubernur Sulawesi Tengah [Tidak] Ada di Area Bencana
Dokumentasi Kompas Com

Dua kisah yang tidak termasuk tulisan atau artikel ini. Kisah-kisah ini, sudah lama menyebar di Medsos, dan menjadi Virall. Kedua kisah ini, sengaja saya sajikan sebagai penghantar, agar kita (anda dan saya) tidak terlalu cepat menilai terhadap sesuatu berdasar pikiran sendiri; atau bahkan membangun orasi dan narasai berdasar sesuatu yang tak sebenarnya.

Kisah I

Suatu waktu, Dokter Zhang Xinzhi (55, yang sudah 33 tahun sebagai dokter), di Anhui, China, ketika berjalan masuk ruang bedah, ia mendapat berita bahwa ayahnya mengalami kritis. Walaupun pembedahan tersebut bisa ditangguhkan, Zhang memilih menjalankan pembedahan karena nyawa dan kesehatan pasien lebih penting

Zhang sudah maklum keadaan kesehatan ayahnya. Dia juga sempat menjenguk ayahnya sebelum itu dan memberitahu bahwa dirinya harus kembali ke rumah sakit untuk pembedahan.

Si ayah yang memahami tanggunjawab anaknya itu hanya tersenyum dan mengizinkan Zhang melaksanakan amanah yang dipegang. Namun saat memulai pembedahan, Zhang mendapat berita mengejutkan, ayahnya meninggal.

Zhang menguatkan diri dan menahan air mata tidak menetas dan meneruskan pembedahan tersebut. Ketika pembedahan berlangsung, Zhang menerima banyak telepon masuk tapi diabaikan agar fokus pada pembedahan tersebut.

Dua jam berlalu, setelah pembedahan tersebut selesai, Zhan tidak lagi mampu menahan sesak di dada lalu air matanya tumpah ke pipi.

Ia menjauh dari dokter lain yang ikut dalam pembedahan itu dengan air mata yang bercucuran. Koleganya terkejut karena mereka belum mengetahui berita duka yang diterima oleh Zhang.

Dokter Zhang berkata, "Pada hari tersebut, saya berasa amat sedih kerana tidak dapat berada di sisi ayah saya. Saya berasa amat bersalah kerana tidak dapat melihatnya buat kali terakhir, tetapi saya adalah seorang dokter dan menyelamatkan nyawa pasien adalah prioritas penting juga"

Kisah Zhang kemudian diposting ke media sosial dan viral. Netizen memuji tindakan mulia Zhang.

Namun Zhang merendah diri dan menganggap semua dokter akan melakukan hal sama. Dalam kesedihannya, ia berkata "Walaupun saya menyesal tidak dapat melihatnya buat kali terakhir. Tetapi saya tahu yang ayah saya memahami dan mendukung keputusan saya, karena dia tahu saya bukan anaknya sahaja, tetapi saya ada tanggungjawab yang besar sebagai seorang doktor juga." [Sumber]

Kisah II

Seorang ayah, dengan gelisah, semetara duduk di ruang tunggu depan kamar bedah; anaknya mengalami kecelakan sehingga harus dibedah. Pasien menabrak orang hingga tewas, sementara mobilnya menabrak bahu jalan, dan mengalami luka parah. Pembedahan belum bisa berlangsung karen dokter bedah belum tiba di RS.

Kira-kira 30 menit kemudian, dokter bedah tiba, dengan wajah yang kering; ayah tersebut menghampir dokter, dan berkata agak gusar, "Kamu, dokter dari mana saja. Kok telat? Pasien sudah menunggu."

Dokter tersebut, cuma diam dan senyum. Ia melangkah masuk ke ruang bedah. Dua jam kemudian, ia keluar, dan bergegas pulang. Ia tidak bersalaman dengan keluarga pasien yang ada di ruang tunggu.

Ketika dokter itu telah menjauh, Si Ayah mengikuti tempat tidur yang diatasnya anaknya berbaring lemah; ia harus dipindahkan ke ruang perawatan, didorong oleh perawat, dan perawat linya di sampingnya. Mereka berdua berkata-kata tentang ketabahan dokter bedah. Si Ayah mendengar, dan bertanya kepada salah satu perawat, "Ada apa dengan dokter itu?'

Salah satu perawat berkata, "Dokter Bedah datang terlambat karena ia baru saja ada di RS lain. Ia harus melihat anaknya tewas karena ditabrak mobil. Dari RS tersebut, ia datang ke sini, untuk membedah dan menyelamatkan nyawa anak bapak."

Si Ayah tidak berkata banyak; perawat pun melanjutkan, "Bapak tahu? Bahwa orang yang ditabrak anak bapak adalah putera tunggal  Dokter Bedah tadi." [Sumber: WA Grup INDONESIA HARI INI]

##

Bencana di Sulawesi Tengah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2