Opa Jappy
Opa Jappy Petutur dari Rote yang Bertutur Melalui Tulisan

Akun Resmi Jappy M Pellokila di Kompasiana.Com dengan motto Bebas Menyuarakan Kebebasan. Tulisan lain: https://artikel867913207.wordpress.com http://jappy.8m.net https://twitter.com/OpaJappy">https://twitter.com/OpaJappy Dan juga ada di Berbagai Media Nasional dan LN. Akun Lama http://www.kompasiana.com/jappy

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Mereka Politisi, Mereka Menyebarkan Hoaks

7 September 2018   12:39 Diperbarui: 7 September 2018   20:42 483 6 0
Mereka Politisi, Mereka Menyebarkan Hoaks
Dokumentasi Megapolitan Kompas

Tentang Hoaks

HOAX adalah something intended to deceive; deliberate trickery intended to gain an advantage; A deception for mockery or mischief; a deceptive trick or story; a practical joke; subject to a playful hoax or joke; To deceive by a story or a trick, for sport or mischief; to impose upon sportively.

Dengan kata kata-kata dan bahasa yang beda, maka Hoaks, adalah sesuatu untuk menipu; tipuan yang disengaja untuk mendapatkan keuntungan, manfaat tertentu; sesuatu tersebut bisa berupa, kata-kata, kisah, cerita, gambar, grafis, film, video, dan lain sebagainya. Dengan demikian, hoaks bisa saja berisi hal-hal ada, fakta, peristiwa (pada masa dan sikonnya), yang ditampilkan ulang sebagai ada dan benar pada waktu dan sikon yang beda/berbeda (yang kemudian/belakangan) atau disesuaikan dengan kepentingan Sang Penyebar Hoaks.

Bahkan, selain berupa hal-hal yang bohong dan tak pernah ada, bisa berupa data dan fakta (yang benar) pada sikon serta lokasi lain, namun (dengan beberapa tambahan atau edit narasi dan gambar) ditampilkan sebagai atau pada sikon kekinian; atau (sementara) terjadi pada masa kini.

Tentang Politisi

Politik adalah kegiatan (rencana, tindakan, kata-kata, perilaku, strategi) yang dilakukan oleh politisi untuk mempengaruhi, memerintah, dan menguasai orang lain ataupun kelompok, sehingga pada diri mereka (yang dikuasai) muncul atau terjadi ikatan, ketaatan dan loyalitas (walaupun, yang sering terjadi adalah ikatan semu). 

Dengan demikian, politisi bisa bermakna orang (utamanya melalui perangkat Partai Politik) yang melakukan kegiatan untuk (dalam rangkan) mempengaruhi, memerintah, dan menguasai orang lain ataupun kelompok, sehingga pada diri mereka (yang dikuasai) muncul atau terjadi ikatan, ketaatan dan loyalitas.

Karena kegiatan politisi berkisar pada 'mempengaruhi orang lain;' maka mereka melakukan banyak hal, termasuk orasi dan orasi, agar banyak orang terpengaruh, sedapat mungkin menjadi pengikutnya. Hal tersebut tidak salah serta wajib dilakukan, karena tanpa kegiatan tersebut, politisi dan Parpol tanpa pengikut atau pun anggota.

Oleh sebab itu, politisi harus melakukan giat dan kegiatan politik di area publik dalam agar rakyat atau pun warga masyarakat menjadi pendukung (mereka atau politisi), mengikuti (mereka), serta mendukung hal-hal yang bersifat politis.

##

Berdasarkan hal-hal di atas, maka adalah suatu kewajiban mutlak pada diri politisi untuk melakukan kegiatan-kegiatan (politis dan politik) dalam rangka mencapai tujuan, visi, misi politik mereka (Politisi dan Parpol). Sayangnya, pada konteks kekinian di Indonesia, tidak sedikit politisi yang justru melakukan kegiatan politis dan politik dengan cara-cara yang tak bermartabat, jauh dari etika, penuh kebencian, serta menyuarakan hal-hal yang bersifat hoaks.

Lalu, mengapa hingga (ada) politisi yang melakukan atau pun menyuarakan hal-hal yang bersifat hoaks? Jawaban pastinya, hanya mereka dan Tuhan yang tahu. Namun, jika harus menemukan penyebabnya, itu cukup mudah.

Mereka adalah politisi yang menunjukkan ketidakmampuan dan ketidaktrampilan berpolitiknya. Ia hanya mempunyai motivasi untuk mencari untung dari kedudukan serta kekuasaan politik, dalam rangka memperkaya diri sendiri sekaligus mencari nama

Politisi seperti itu, tidak mempunyai kepekaan terhadap permasalahan dan pergumulan umat manusia atau masyarakat luas. Jika ada yang ia perjuangkan, maka hanya akan memperhatikan atau demi kepentingan orang-orang tertentu saja; mereka adalah politisi yang menjunjung tinggi 'Nepotisme Politik,' dan itu adalah suatu kejahatan.

Mereka ada di mana-mana, bukan saja parpol agama dan keagamaan; mereka terpencar di berbagai parpol (dan juga ormas). Kemungkinan besar, mereka tak terampil serta tak mampu berpolitik atau pun menarik perhatian masyarakat untuk memilihnya sebagai anggota parlemen atau pun pemimpin daerah (gubernur, bupati, walikota). Karena ketidakmampunan tersebut, namum mempunyai nafsu mengusai, mempunyai kuasa serta kekuasaan, maka jalan mudah baginya adalah menggunakan hoaks.

So, jangan memilih Politisi Penyebar Hoaks

Opa Jappy | Penggagas Indonesia Hari Ini Memilih Jokowi -- IHI MJ