Mohon tunggu...
Opa Jappy
Opa Jappy Mohon Tunggu... Orang Rote yang Bertutur Melalui Tulisan

Orang Rote yang Bertutur Melalui Tulisan. Akun Resmi Jappy M Pellokila di Kompas.Com dengan motto Bebas Menyuarakan Kebebasan. Tulisan lain: https://artikel867913207.wordpress.com http://jappy.8m.net https://twitter.com/OpaJappy">https://twitter.com/OpaJappy Dan juga ada di Berbagai Media Nasional dan LN. Akun Lama http://www.kompasiana.com/jappy

Selanjutnya

Tutup

Politik

Penangkapan Sekjend FUI Muhammad Al-Khathtath, Polri Terlambat Enam Tahun

9 April 2017   16:11 Diperbarui: 9 April 2017   17:14 0 14 6 Mohon Tunggu...

[caption caption="Sumber: Divisi Humas Mabes Polri"][/caption]

Pada awal Desember 2016 Polri menangkap sejumlah aktivis, diriku cukup heran. Heran karena, menurutku, ada sejumlah nama yang seharusnya ditangkap, tapi lolos. Namun, ada sejumlah nama atau orang yang lima atau enam tahun lalu, tak terdengar. Artinya, mereka adalah "rekrutan" baru.

Kemungkina besar, mereka yang tak ditangkap tersebutlah ada di balik rencana makar 313. Oleh sebab itu, Polri bergerak cepat; lima orang penggerak ditangkap Polisi.

Kepada Media di Mapolda Metro Jaya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, 31 Maret 2017, menyatakan bahwa,

"Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath bersama empat tokoh lainnya ditangkap Polisi.

Mereka ditangkap karena berencana menggulingkan pemerintahan.

Sesuai Pasal 107 dan 110 KUHP tentang permufatan makar, Khaththath dan empat rekannya dijadikan tersangka, [kompas.com]."

Sayangnya, para aktor utama dan penyandang dana Komplotan Pemberontak tersebut, tak tertangkap Polisi.

Publik, termasuk saya, mengaprisiasi penangkapan Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam, Muhammad Al-Khaththath; sosok yang seharusnya ditangkap Polri 6 atau pun 7 tahun lalu. Karena, pada waktu itu, Muhammad Al-Khaththath sudah menyusun detail Aksi Pemberontakan terhadap NKRI.

Ia berhasil meyakinkan banyak tokoh agama radikal dan sosok-sosok anti pemerintah lainnya. Bahkan, Maret 2011 Muhammad Al-Khaththath mempublikasikan apa yang disebut "Dewan Revolusi Islam;" yang terdiri dari

 Dewan Fuqoha:
 KH. Abu Bakar Ba'asyir
 KH, Makruf Amin
 KH. Abdur Rasyid AS
 KH. Syukran Makmun
 KH. Luthfi Basori Alwi
 KH. A Hamid Baidowi
 KH. Hasym Muzadi

 Kepala Negara: Habib Riziq Sihab
 Wakil KN:  Abu Jibril.

 Kabinet
 Menhankam: Munarman SH
 Menko Ekuin& BUMN: Hendri Saparini
 Menkeu: Ichsanudin Noorsy
 Menag: KH. Cholil Ridwan
 Mendiknas: KH. Maman Abdurrahman
 Men Perburuhan: Eggy Sujana
 Menkes: Jose Rizal
 Menpora: Alfian Tanjung
 Men ESDM: Ahmad Daryoko
 Mendagri: MS Kaban
 Menlu: Ali Mochtar Ngabalin
 Menkopolkam: Tyasno Sudarto
 MenKebudayaan: Ridwan Saidi
 Menkominfo: Aru Seif Asadullah
 MenPDT: Ahmad Sumargono
 Menkumham: Wirawan Adnan, SH

Jaksa Agung:
M Luthfie Hakim, SH.MH

 Ketua DPRS/MPRS:
 Dien Samsuddin

Siapa mau ikhlas gabung untuk menjadi para garda revolusi Islam silakan daftar.

Sekretariat :
Kantor Forum Umat Islam/Tabloid Suara Islam jalan Matraman Raya 74A Jakarta.

ALLAHU AKBAR!!!

M. Al Khaththath
Sekjen FUI

Sejumlah nama yang ada pada daftar DRI tersebut, pada waktu itu, mengklarifiksi bahwa mereka tak tahu menahu; atau nama mereka hanya dicatut. Tak ada kelanjutannya. Agaknya, terjadi pembiaran.

Menanggapi adanya "Dewan Revolusi Islam" tersebut, 22 Maret 2011, pada laman Kompasiana, saya menulis bahwa

"Mudah-mudahan nama-nama yang ada, terutama nama-nama yang telah menjadi panutan umat,  tidak terlibat secara langsung maupun tak langsung, pada aksi makar ini.

Tetapi, jika benar, mereka ikut pada aksi makar ini, maka sebetulnya mereka hanya menjadikan umat [beragama] sebagai sapi perah untuk kepentingan diri sendiri; serta nafsu untuk berkuasa dan merampas kekuasaan sah, [Opa Jappy | Kompasiana]."

Enam tahun kemudian, Maret 2017 Muhammad Al-Khaththath dan 4 orang temannya ditangkap Polisi.

Bayangkan, Polri butuh waktu enam tahun; padahal mereka, para pemberontak tersebut,  berkeliaran di mana-mana sambil membangun jaringan serta pengaruh. [Selama enam tahun, tentu para pembrontak ini, sudah memiliki jaringan yang luas. Jadinya,  Pak Polisi harus bekerja keras untuk memberantas mereka].

Tapi, tak apalah; lebih baik terlambat daripada tidak. Lebih baik terlambat daripada membiarkan para perencana makar tersebut melaksanakan aksinya.

Salut untuk Pak Polisi RI.

Opa Jappy | Dari Puncak, Jawa Barat

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x