Mohon tunggu...
Gregorius Nggadung
Gregorius Nggadung Mohon Tunggu... Onsi GN

Mahasiswa Universitas Nusa Cendana, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Prolog Antologi Puisi Tiga Tolan di Mata Kenal, Karya : Onsi GN, Patris J dan Mhetallo A

17 Januari 2021   10:06 Diperbarui: 17 Januari 2021   11:08 641 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Prolog Antologi Puisi Tiga Tolan di Mata Kenal, Karya : Onsi GN, Patris J dan Mhetallo A
Dokumen Penulis

Teriakan dari dalam Kesunyian

Oleh: Fian N

(Penikmat yang suka menulis)


                                                                                                                                     

Memungut tanya menanam jawaban

Pada lembar bosan persoalan (Oktober di Bukit)

Puisi-puisi ketiga penulis kita, Onsi GN, Mhetallo Adonara, dan Quirinus Jelalu di bawah judul Tiga Tolan di Mata Kenal, sungguh memiliki kekuatan tersendiri yang mampu menggerakkan daya pikir; maju atau mundur, pulang atau pergi, diam atau bergerak, dan menangis atau tertawa. Gagasan segar nan bugar dengan diksi yang seksi dan penuh rangsangan membuat saya dan pembaca yang budiman untuk terus membaca sampai akhir. Hal inilah yang menjadi  nilai plus untuk puisi-puisi ketiga penulis kita ini.  

Saya pun sadar akan kapasitas saya sebagai seorang penikmat, sebenarnya tidak pantas untuk menelisik atau menerangjelaskan maksud-maksud puisi dari ketiga penyair kita. Saya memutuskan untuk menjadikan Tiga Tolan di Mata Kenal sebagai teman perjalanan pulang  ke rumah cinta setelah petualangan melawan lupa yang melelahkan. Sebagai sebuah bentuk untuk merefleksikan segala kejadian di sekitar, baik romantisme yang apik hingga yang terasa binal. Tentang kesenjangan antara yang di atas dan yang di bawah; otoritas tertinggi dalam sebuah wilayah dan negara pada umumnya dan juga masyarakat yang ada pada posisi kelas bawah seperti narasi oleh Quirinus Jelalu berikut ini.

            Mereka bekerja penuh canda, dibayar serius

            Tukang dan buruh bekerja serius, dibayar bercanda (Merebut Rupiah)

Dan puisi, menjadi media yang paling bebas untuk menyuarakan segala jeritan yang tak mampu dilisankan. Segalanya itu dinarasikan dengan sangat lugas oleh Onsi GN seperti pada puisi di bawah ini:

            Kau adalah sahabat kami. Jika dasi dan jas mewahmu mampu  menghapuskan keringat rakyat yang masih nestapa (Untuk Siapa?)

Sebuah kritikkan tajam kepada pemimpin yang telah kita percayakan untuk menjalankan amanat kita. Namun sayang, di dalam perjalanan, kepercayaan itu akhirnya sirna karena lebih banyak terjadi praktek KKN, yang membuat masyarakat jengah atas pemimpinnya sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x