Mohon tunggu...
One Village One CEO
One Village One CEO Mohon Tunggu... Editor - Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB

Program Inovasi Pengembangan Bisnis Perdesaan Berbasis pada Produk Unggulan Desa (Prukades) yang Berorientasi Ekspor

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur

Nanas, Komoditas Potensial Asal Desa Penampi, Bengkalis, Riau

21 September 2022   12:23 Diperbarui: 21 September 2022   12:36 37 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Pertengahan tahun 2022, IPB University mengadakan kegiatan One Village One CEO (OVOC). Program ini bekerjasama dengan BRGM (Badan Restorasi Gambut dan Mangrove) yang bertujuan dalam pengembangan desa melalui peningkatan ekonomi masyarakat dengan membantu meningkatkan produk unggulan Desa Penampi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Riau yang merupakan salah satu desa dijadikan sebagai pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian. 

Desa Penampi dijuluki sebagai kampung nenas, karena disetiap sudut desa akan ditemukan tanaman nanas. Tanaman ini menjadi ciri khas tersendiri bagi Desa Penampi yang menyebabkan masyarakatnya ikut bangga atas komoditas unggulan yang ada di desa ini. Pada tahun 2019, lahan perkebunan nanas di Desa Penampi  mencapai   sekitar   100 Ha  lahan lahan produktif. Kondisi tanah yang didominasi oleh lahan gambut (80%) sehingga tanaman nanas menjadi komoditas yang cocok untuk dibudidayakan. Terdapat dua jenis nanas yang mayoritas ditanam di lahan gambut Desa Penampi yaitu nanas madu dan selasih. 

Tanggal 5 September 2022, kelompok 9 tim penampi melakukan kegiatan observasi lahan perkebunan nanas bersama ketua RT, direktur BUMDes dan kelompok tani Desa Penampi. Observasi bertujuan untuk mengetahui keadaan dan kondisi lahan perkebunan nanas secara langsung. Setelah kami melakukan kegiatan observasi, kami menemukan beberapa masalah yaitu pada beberapa lahan nanas tersebut terkena banjir maka dari itu hasil dari produksinnya menurun. Selain itu, mulai berkurangnya minat masyarakat dalam membudidayakan nanas, sebab disaat panen raya harga nanas yang biasanya mencapai Rp7.000,00 per buah, sekarang mengalami penurunan hingga mencapai harga Rp1.000,00 bahkan sampai Rp200,00. Tahun ini terjadi penyusutan yang signifikan terhadap luas lahan perkebunan nanas di Desa Penampi dimana hampir 50% lahan perkebunannya tidak diurus dengan baik.

Harapan para petani Desa Penampi melalui program One Village One Ceo (CEO) ini dapat membantu mengembalikan perekonomian para petani yang sebelumnya terkendala dalam panen raya buah nanas. 

img20220908172617-632a8cb68c39af65302d62d2.jpg
img20220908172617-632a8cb68c39af65302d62d2.jpg

Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan