Mohon tunggu...
One Village One CEO
One Village One CEO Mohon Tunggu... Editor - Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB

Program Inovasi Pengembangan Bisnis Perdesaan Berbasis pada Produk Unggulan Desa (Prukades) yang Berorientasi Ekspor

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur

Ratusan Ton Kunir di Ponorogo Siap Ekspor ke India, Tim OVOC IPB Terjun Langsung Melihat Proses Pengeringan

21 September 2022   09:20 Diperbarui: 21 September 2022   09:19 44 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Kamis, 8 September 2022, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam program One Village One CEO IPB University melakukan kunjungan untuk melihat proses pengeringan kunyit ke Solar Dome (tempat pengeringan kunir dan temulawak) milik PT Astra Internasional Tbk di Desa Truneng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. 

Dok. pribadi
Dok. pribadi

Desa Sejahtera Astra atau yang biasa disebut DSA Ponorogo sudah menjalankan kegiatan eksportir kunir sebanyak dua kali, pelepasan ekspor kunyit dan temulawak dilakukan perdana pada tanggal 21 maret 2022 dilepas langsung oleh bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko dan asisten Deputi Pemberdayaaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian, Chairul Saleh dengan total 50 ton kunyit dan temulawak senilai ekspor Rp 750 juta ke India. Ekspor dilakukan kembali pada tanggal 8 Agustus 2022 sebanyak 300 ton kunyit kering, terdapat peningkatan permintaan dari ekspor sebelumnya. Kerja sama ini diharapkan mampu berkembang dan berkelanjutan.

Desa Ponorogo saat ini melibatkan sejumlah petani untuk rempah-rempah kunyit, jahe, dan temulawak kurang lebih diangka 150-200 petani dan peningkatan pendapatan masyarakat rata-rata di angka 30% sampai 40%. "Dengan adanya dampak berupa bantuan Solar Dome ini dampak di masyarakat itu yang sangat luar biasa otomatis terbantu dengan adanya nilai jual yang tinggi menambah ekonomi kita di masyarakat dan sekitarnya" Ucap Ibu Maspiah selaku Local Champion DSA Ponorogo.

Adapun tujuan dilakukannya observasi yaitu untuk mengetahui proses pengeringan kunyit dan temulawak sebelum ekspor. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kondisi rumah produksi kunyit dan temulawak kering.

"Dengan keunggulan yang dimiliki, DSA Ponorogo berpotensi membangun ekosistem bisnis berbasis digital desa yang berkelanjutan. Dalam mewujudkan visi itu tentu dibutuhkan peran dari pihak pemerintah, lembaga, swasta, akademisi dan yang paling penting masyarakat untuk bersinergi satu sama lain melangkah bersama. Ada banyak berbagai bentuk kerjasama antar pihak dalam mendorong sektor ekonomi desa satu contohnya adalah dengan membuat program pelatihan dan praktek langsung." Ucap Lailaih selaku koordinator kelompok Ponorogo.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan