Mohon tunggu...
o n e t  b u r t o n
o n e t b u r t o n Mohon Tunggu... - p e l a r i t a k b e r s e p a t u -

Pedagang Kelontong. Tinggal di Denpasar Bali.

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Humor | Gelintir

4 Juni 2020   14:13 Diperbarui: 4 Juni 2020   14:12 71 15 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Humor | Gelintir
Sumber ilustrasi:pixabay.com

"Rasuli sedang duduk santai. Punggungnya rebah menempel di kursi plastik pelataran depan sebuah warung kopi. Pandangannya lurus ke depan. Seperti sedang memikirkan sesuatu," ujar Mukhson sambil bergaya bak seorang sutradara film tanpa naskah.

Tuturnya berlanjut, "Telapak tangan kanannya menopang sebagian dagu dan menutupi pipi. Ketiak kanan mengapit tangan kiri."

"Kaki kiri menopang kaki kanan. Pergelangan kaki kanan menggeleng. Menggelengkan telapak kaki kanan. Secangkir kopi tubruk menemani. Tanpa penganan," ujarnya mengakhiri dengan nada yakin. Suaranya berwibawa mirip seorang calon sekretaris desa.

Itulah sebagian kalimat pembuka yang sedang digambarkan Mukhson. Setelah merasa cukup yakin, kemudian dia memberi tanda jempol pada Rasuli. Menandakan adegan siang itu sudah selesai.

Rasuli menarik nafas lega. Berdiri dan kemudian meregangkan lebar kedua tangan. Mirip induk ayam yang sedang melindungi anak-anaknya. Tentu dia pegal. 

Nioma, putri sulung Mukhson memperhatikan sejak awal. Dia begitu antusias menyaksikan ayahnya bersedia membantu. Dia mendapat tugas dari sekolahnya. Tugas dari guru bahasa Indonesia.

Tugas yang lumayan berat buat Mukhson. Dia merasa berat karena sudah membayar penuh uang sekolah anaknya itu. Mengapa masih direpotkan lagi?

"Mana kata 'gelintir'nya bopo? Tugasnya harus menyertai kata itu. Harus ada kata 'gelintir'...bopooo...," ujar Nioma bertanya dengan suara seperti diseret-seret. Mukhson tidak mengerti mengapa suara anaknya bisa seperti itu. Dia tidak menyukai gaya bicara anaknya itu. 

"Naah..itu..itulah tugasmu. Kalau sampai bopo isi kata itu, trus apa tugasmu? Hayo kamu pikir sendiri ya..," sahut Mukhson seperti tidak ingin anaknya terima beres.

Setidaknya harus ada usaha dari dirinya. Begitulah dia mendidik Nioma.

Menyadari tugas belum sepenuhnya selesai, Nioma segera meninggalkan mereka berdua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x