Mohon tunggu...
o n e t  b u r t o n
o n e t b u r t o n Mohon Tunggu... Pedagang Kelontong. Penikmat musik \m/etal. Tinggal di Denpasar Bali.

Serta merta tandu diturunkan. "Lari Kanjeng Sunan, lari, lari dengan kaki sendiri." Dan larilah mereka, yang menandu dan yang ditandu. Dengan kaki sendiri masuk ke hutan.. [Arus Balik, PAT]

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Balada Samudji [3] Mur Roda

29 Oktober 2019   20:04 Diperbarui: 29 Oktober 2019   20:26 45 9 4 Mohon Tunggu...
Balada Samudji [3] Mur Roda
pixabay.com

Siang itu toko sedang sepi. Orang-orang seperti terserang demam. Demam lupa. Lupa keluar rumah dan lupa berbelanja.

Agar tidak terserang kantuk, Samudji tekun memandang ke arah luar. Di seberang jalan di bawah terik siang itu, Anas terlihat sibuk dengan mobilnya. Sesekali kepalanya tenggelam hilang di balik mobil. Sepertinya ada yang tidak beres dengan roda belakang. Anas  terlihat memegang kunci roda. Seperti gerakan memutar-mutar mur roda. Sesekali terlihat menggaruk-garuk kepala. Samudji tersenyum menyaksikan itu.

"Dia sudah kehabisan akal," gumam Samudji memahami bekas kawan SD-nya itu.

Dua puluh menit berlalu, sesaat setelah Samudji melayani pembeli terakhir, tiba-tiba Anas sudah di dalam toko.

"Haus bro..," ujarnya sambil memilih minuman dingin.

Setengah air mineral kemasan sedang, dalam beberapa detik berpindah ke badannya. Segar. 

"Kau benerin apa Nas?"

"Mur rodanya lepas dua bro. Hilang. Tadi pas mau jalan terasa ada yang tidak beres. Eh ternyata yang dua lagi, kendor...trus aku kencengin.. Sial...dua-duanya malah dol!" lanjutnya lagi, "Jam sudah mepet. Setengah jam lagi sudah harus di bandara anter Ibu."

Belum selesai kalimat terakhir, terlihat sang Ibu keluar rumah. Menunjuk-nunjuk jam tangannya. Seperti berucap-ucap. Anas menyahut dengan mengacungkan jempol. Sang Ibu membalas dengan tolak pinggang. 

"Sekarang bagaimana Sam? Biasanya kau selalu ada ide.." air muka Anas mengiba.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x