Mohon tunggu...
o n e t  b u r t o n
o n e t b u r t o n Mohon Tunggu... Pedagang Kelontong. Penikmat musik \m/etal. Tinggal di Denpasar Bali.

"...Menulis adalah bekerja untuk keabadian." - Pramoedya Ananta Toer-

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Lampu Istana dan Lampu Cerai

18 Oktober 2019   18:17 Diperbarui: 18 Oktober 2019   18:18 0 10 2 Mohon Tunggu...
Lampu Istana dan Lampu Cerai
Pixabay.com

Suatu ketika saya bertamu ke rumah orang kaya. Mungkin lebih pas bila disebut istana. Untuk sampai duduk di hadapannya, saya melewati tiga gerbang.Satu gerbang utama, dua gerbang lainnya berukuran lebih kecil.

Gerbang-gerbang itu memisahkan halaman depan dengan kebunnya yang asri, bangunan utama dan bangunan semacam homestay. Mungkin diperuntukan bagi tamunya yang ingin menginap.

Yang mencuri perhatian saya adalah hampir semua lampu penerangannya menyala. Ada tiga bangunan besar. Semua lampunya saya lihat menyala. Bahkan lampu tamanpun menyala.

Keunikan itu menjadi kalimat pembuka saya dalam perbincangan dengan sang tuan rumah.

"Untuk apa dimatikan? Toh nanti sore dihidupkan lagi. Setiap hari begitu. Melelahkan. Kasihan pembantu-pembantu itu. Lagi pula bayarnya juga tidak seberapa."

Jawaban yang pas. Jawaban yang sungguh mengena. Pas dan mengena pada area itu saja. Pada batas-batas pagar istana itu saja. Pas dan mengena untuk ukuran isi kantongnya.

Dia tidak menyadari. Bahwa sumber energi listrik itu berada jauh di luar pagar istananya. Sementara rumah-rumah lain yang jauh dari sumber energi masih banyak yang kekurangan.

Ibarat di istananya, dia hanya menerangi ruang tamunya saja. Sementara ruang-ruang lain masih remang-remang. Bahkan ada ruang yang masih gelap. Apa dia mau? 

Analogi itu saya ceritakan saat itu juga. Dia tertawa terbahak-bahak. Sambil menambahkan minuman impor pada gelas jenjangnya yang ceking dan berkaki bebek itu.

"Ah.. Anda bisa saja. Ini khan suka-suka saya. Uang saya. Anda tidak perlu mengajari saya seperti itu..haha.."

Tiba-tiba saya teringat pada sebuah anekdot Rusia. Anekdot itu menceritakan percekcokan pada sepasang suami isteri di Rusia. Yang berakhir dengan perceraian. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x