Mohon tunggu...
o n e t  b u r t o n
o n e t b u r t o n Mohon Tunggu... Pedagang Kelontong. Penikmat musik \m/etal. Tinggal di Denpasar Bali.

"...Menulis adalah bekerja untuk keabadian." - Pramoedya Ananta Toer-

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Aspal Paving Reformasi

8 Oktober 2019   20:33 Diperbarui: 8 Oktober 2019   20:43 0 6 3 Mohon Tunggu...
Aspal Paving Reformasi
20180506-174751-5d9c8f0b0d82306c7616fea6.jpg

Dua puluh sembilan tahun silam, seorang Guide, pengantar tamu asing bercerita. 

Suatu ketika, seorang tamunya dari  Eropa, mengatakan bahwa Indonesia ini negeri yang kaya. Negeri yang tidak kurang suatu apapun. Semua yang dibutuhkan sebagai sebuah bangsa, sudah tersedia.

"Anda tinggal mengolahnya saja," ujar Sang Tamu kala itu. 

Dia sudah mengunjungi banyak tempat wisata di Pulau Jawa, Bali, Lombok sampai ke Flores. Sempat pula mengunjungi Pulau Samosir. Pulau di tengah Danau Toba. Bahkan Wisata Bahari Bunaken di Sulawesi Utara. 

Jalan-jalan yang dia lalui semuanya sudah beraspal. Bahkan sampai ke pelosok desa. Masyarakat yang setiap kali dia jumpai, selalu tersenyum. Bahkan menyapa. Tak pernah sekalipun dia menjumpai orang yang terlihat tidak bahagia.

Sang Guide tertarik pada jalan aspal yang diceritakan. Beberapa saat mereka membincangkan itu.

Dia mengatakan, di negerinya walau dikenal sebagai negeri maju, hanya jalan-jalan utama yang beraspal. Jalan-jalan di pusat kota. Juga jalan antar kota. Tentu karena di samping lebih rapi, aspal membuat nyaman dalam berkendara. Kendaraan  juga tidak cepat rusak. Selebihnya banyak menggunakan beton ataupun paving.

Negerinya tidak menghasilkan minyak bumi. Bahan asal aspal. Sulingan ke-9, sulingan yang terakhir dari minyak bumi akan menghasilkan residu atau disebut juga aspal. Jadi mesti didatangkan dari negeri seperti Indonesia. Dan juga negeri-negeri penghasil minyak bumi lainnya.

Sampai di sana Sang Guide paham. Dia mengerti. Kalau benar ucapan tamunya itu, berarti negerinya tinggal memerlukan tukang olah saja. Kalau belum bisa ngolah, ya belajar dulu. Masa tidak bisa?

"Masa harus saya?" Sang Guide menerawang jauh. 

Lepas jauh dia bercerita, bangsa Indonesia mengalami pergantian era. Era Orde Baru tumbang. Berganti ke Era Reformasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x