Mohon tunggu...
Onet Burton
Onet Burton Mohon Tunggu... Pedagang Kelontong. Sebutir debu pada pusaran alam raya. Penikmat musik \m/etal. Kiblat pada sila ke-5 Dasar Negara. Tinggal di Denpasar Bali.

"...Menulis adalah bekerja untuk keabadian." - Pramoedya Ananta Toer-

Selanjutnya

Tutup

Humor

Tukang Sablon dan Dana Panjer

7 Oktober 2019   13:22 Diperbarui: 7 Oktober 2019   13:37 0 4 1 Mohon Tunggu...

Dua orang sedang mengecat pintu depan. Tempat usaha yang sudah berumur itu hampir selesai direkondisi. Beberapa bagiannya yang lapuk sudah diganti.

Yang membuat terlihat berbeda adalah pergantian warna. Dinding yang sebelumnya berwarna putih sudah berganti ungu muda. Terlihat lebih segar. Lebih enak dilihat.

"Sekarang sajalah aku ke sana. Mumpung masih pagi. Mudah-mudahan dua tiga hari sudah jadi," gumam Suganda berkacak pinggang dari seberang. Ada rasa bangga menyelimuti hatinya. Akhirnya selesai juga proyek kecilnya itu. 

"Pak, saya tinggal dulu ya..mau pesen banner. Biar nanti kalau sudah jadi bisa langsung dipasang," kata Suganda pada kedua tukangnya itu.

Salah satu tukangnya mengangkat jempol sembari mengangguk. Mengiyakan.

Bengkel Sablon itu ada di depan Sekolah Dasar. Setelah perempatan belok kanan.

Tak ada sepuluh menit, Suganda sudah sampai.

Dia sudah menyiapkan desainnya. Dia buat sendiri beberapa hari sebelumnya.

Terlihat Suganda dan tukang sablon itu berbincang serius. Sesekali kedua tangannya bergerak-gerak membantu kosa-katanya agar maksudnya bisa dipahami. 

"Bagaimana Pak? Bisa selesai lusa?" 

"Iya Pak. Bisa. Nanti sore atau besok saya garap. Sekarang masih garap punya orang."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x