Mohon tunggu...
SANTOSO Mahargono
SANTOSO Mahargono Mohon Tunggu... Pustakawan - Penggemar Puisi, Cerpen, Pentigraf, Jalan sehat, Lari-lari dan Gowes

Pada mulanya cinta adalah puisi. Baitnya dipetik dari hati yang berbunga

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Jangan Mempermainkan Sepi

5 Agustus 2022   17:02 Diperbarui: 5 Agustus 2022   17:08 186
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar https://batam.tribunnews.com

Seorang pemuda dengan sombongnya mempermainkan sepi. Dibuatnya gulungan detik menjadi bola yang berapi. Ditendang kesana-kemari. Angin terdiam dan memandangnya seolah biasa saja.

Dicurinya menit pertama untuk foya-foya. Ia pikir dengan menumpuk kebahagiaan akan terhindar dari sepi.

Dilepasnya syahwat untuk membungkam sepi agar ramai nada-nada sumir.

Diinjaknya harga diri orang lain agar tak berpendapat, ketakutan, dan menderita di bawah kuasanya.

Sepi mulai terluka. Matanya tak mampu melihat lagi. Jemarinya bengkak. Perutnya kembung. Kakinya lumpuh. Nampak sayatan kisah masih basah. Ribuan parodi telah melapor kepada penguasan alam. 

"Ini gimana Tuhan? apakah hidup sudah tidak berpasangan lagi? bukankah ada kaya juga ada miskin? bukankah diciptakan hitam dan putih supaya saling melengkapi?"

Langit bergemuruh, lembaran bait-bait puisi di bongkar dari awan, badai dan petir siap di panggung membacakan puisi.

Tiba-tiba, pemuda itu terpeleset. Kepalanya membentur lantai. Tubuhnya terdiam. Tak bergerak lagi. Sepi mengerubuti. Lebih banyak, dan banyak lagi. Sampai angin tak kuasa menahan mereka yang terus merangsek. 

Lamat-lamat terdengar suara, membacakan bait lama dari Chairil Anwar, "Mampus Kau dikoyak-koyak Sepi."


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun