Mohon tunggu...
SANTOSO Mahargono
SANTOSO Mahargono Mohon Tunggu... Pustakawan - Penggemar Puisi, Cerpen, Pentigraf, Jalan sehat, Lari-lari dan Gowes

Pada mulanya cinta adalah puisi. Baitnya dipetik dari hati yang berbunga

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Terima Kasih Guru

25 November 2021   19:43 Diperbarui: 25 November 2021   21:30 200 62 11
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Sumber gambar https://regional.kompas.com

"Kalau di sekolah patuhlah pada gurumu, agar kelak memetik kemuliaan. Sebab penghormatan dan penghargaan perlu dirawat," pesan bapak seraya merawat dompetnya yang bermekaran bunga cicilan.

"Untuk merawat kebaikan perlu kebiasaan, terimalah kebiasaan baik dari gurumu," kata ibu sambil mengusap kepalaku. Rasa haru begitu kuat dari kepala tembus hingga kaki. Lututku bergetar hebat. "Aku harus melangkah, aku harus sekolah, semangatku tidak boleh kram."

Kususuri labirin cita-cita menuju sekolah. Disana pikiranku diperbaiki. Bukan ditempa dan ditekan, tapi cukup dibenahi angka-angkanya. Disusun abjad-abjadnya. Lalu aku mengerti aksara.

Guru dan pengetahuan seperti jodoh yang serasi. Sementara aku dan masa depan seperti benang yang ditenun waktu. Sepulang dari sekolah aku telah berpengetahuan, santun, saleh dan mandiri. Hidupku berwarna, punya teman serta kebersamaan.

Terima kasih guru, teladanmu melebihi kilau emas manapun.
Terima kasih guru, jasamu tak pernah habis dengan bilangan apapun.
Terima kasih guru, perjuanganmu memerangi kebodohan tak gentar dengan senjata apapun.

Terima kasih Tuhan, telah Kau anugerahkan guru, bapak dan ibu yang tak menukar kepintaranku dengan ranking serta hasil ujian.

SINGOSARI, 25 November 2021

Sumber gambar https://regional.kompas.com

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan