Mohon tunggu...
Santoso MAHARGONO
Santoso MAHARGONO Mohon Tunggu... Pustakawan, Penggemar Puisi, Cerpen, Pentigraf, Jalan sehat, Lari-lari dan Gowes

Jika hendak kirim pesan, bisa kirim ke e-mail: santosoprb@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Penyair, Sopir Bus, dan Wartawan

15 April 2021   21:52 Diperbarui: 15 April 2021   22:16 93 9 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Penyair, Sopir Bus, dan Wartawan
https://totabuan.news/

Di berita utama koran, bus-bus di terminal itu tak lagi menarik untuk ditumpangi. Seperti tahun kemarin, tahun ini dilarang mudik. Kondisi pandemi masih mengkhawatirkan. Dipersilahkan para sopir bus mencangkung mimpi di terminal sunyi.

Sebenarnya wartawan tak tega menulis berita tentang larangan mudik. Sebab ia tak bisa meliput rangkaian kegiatan mudik seperti waktu sebelumnya. Tapi bagaimana lagi pemilik koran juga sedang menengadah ke langit. Senja sedang mempertontonkan atraksi burung yang sedang menjerit. Hidup seperti dalam sangkar, bisa terbang namun tak leluasa.

Begitulah kabar burung kali ini. Untuk sementara waktu dilarang mudik. Namun, sebagai penyair aku nekat akan mudik. Kalian tidak akan pernah bisa merasakan bagaimana kata-kata memintal rindu. Disana ada perempuan yang ingin kutengok hatinya.

Sebagai penyair aku juga tak peduli jika akhirnya masuk berita di koran: "Seorang penyair bersekongkol dengan sopir bus untuk mengantarkan mudik, selama perjalanan penyair itu ditemani wartawan yang telah berjanji tidak menulis berita tentang mudiknya." 

SINGOSARI, 15 April 2021

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x