Mohon tunggu...
Santoso MAHARGONO
Santoso MAHARGONO Mohon Tunggu... Pustakawan, Penggemar Puisi, Penulis Cerpen dan Pelari

Jika hendak kirim pesan, bisa kirim ke e-mail: santosoprb@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Pusi: Pertapaan Hati

15 November 2020   20:08 Diperbarui: 17 November 2020   20:04 194 50 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pusi: Pertapaan Hati
ilustrasi menyendiri. (sumber: pxfuel.com)

Suatu ketika, kutemukan buah baju mungil berwarna merah muda. Kutimang-timag di dalam kamar yang separuhnya sunyi. Dalam binar-binar bahagia, kuharap ada bidadari mencari kehilangannya.

Kau pun turun dari langit. Mengetuk pintu hatiku. Aku yakin kaulah bidadari yang kutunggu.

"Ayo ikut, aku akan mengajakmu bersepeda ke langit, di sana tak ada kelokan yang menyebabkan kehilangan" ajakmu mesra.

Maka, aku mulai melangkah menuruti ajakanmu dengan kekosongan, diam, hening dan samudera tak berombak.

Kusadari cinta adalah kesombongan yang tertunduk, serta kejahatan yang takluk.

Kau telah menjadi udara, menghembuskan sejuk pada api rindu di dadaku. Tulang rusukku menjadi tenteram.

Sengaja kubiarkan semua terjadi, sampai semua buah bajuku terlepas mengakhiri pertapaan hatiku yang menggulung waktu.


SINGOSARI, 15 November 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x