Mohon tunggu...
Santoso MAHARGONO
Santoso MAHARGONO Mohon Tunggu... Pustakawan dan Penggemar Puisi

Jika hendak kirim pesan, bisa kirim ke e-mail: santosoprb@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hikayat Dongeng

16 September 2020   19:41 Diperbarui: 16 September 2020   19:50 33 14 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hikayat Dongeng
sekolahnesia.com

Kita tahu bahwa anak-anak merindukan dongeng. Tentang raksasa yang baik hati serta kancil yang bersahabat dengan Pak Tani. Hingga kini, aku masih mengira bahwa kepala anak-anak adalah lahan luas tempat pementasan dongeng. Sampai kini, aku juga masih menganggap bahwa anak-anak akan bertemu teman-temannya membicarakan apa saja yang mereka khayalkan.

Kita juga tahu, bahwa hiruk pikuk terus mengaum memekakkan zaman. Anak-anak tak lagi mendengar. Kepalanya ditumbuhi jamur. Mereka berbicara seadanya bahasa. Mulut mungil itu berbisa bukan mengeluarkan racun. Tapi berkata-kata apa saja. 

Sepertinya lahan itu semakin sempit. Mereka sulit bertemu membicarakan khayalan. Mirip sang Kancil yang kehilangan rimba. Hanya bisa dinikmati di kebun binatang. Itu pun jika anak-anak mengenal Kancil, jika tidak mengenal?

Ah, seandainya sang Kancil itu berlari kencang dalam aliran darah anak-anak, betapa aku akan diajak mereka kembali ke masa silam. Saat itu ibuku berkata: "Dongeng itu sama dengan do'a, didalamnya ada pesan kasih" 


SINGOSARI, 16 September 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x