Mohon tunggu...
Santoso MAHARGONO
Santoso MAHARGONO Mohon Tunggu... Pustakawan

Aku pembelajar yang mencoba masuk pada labirin puisi dan tersesat menghafal rute menuju cintamu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Penyair yang Minta Izin kepada Ibunya

30 Maret 2020   08:15 Diperbarui: 30 Maret 2020   08:15 22 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Penyair yang Minta Izin kepada Ibunya
https://www.familyfriendpoems.com

Ia adalah penyair lawas yang mahir menulis puisi empat kata dalam satu bait. Katanya itu puisi asli yang selama ini dipelajari. Seperti ciri puisi lawas, maka ia juga tak mau menulis namanya. Ia lebih taat menulis rima dibandingkan puluhan diksi yang panjang. 

Biasanya setelah menulis puisi ia akan membaca berulangkali. Jika puas, matanya akan terpejam, memasuki bait demi bait. Selanjutnya jika sampai pada bait akhir ia akan menuliskan titi mongso. 

Namun, jika ada satu bait saja kurang pas di hatinya, maka ia menyelam di bait mimpi. Dicarilah segudang acitya dan agel agar sebagai sumber ruh. Ia tempelkan ruh pada bait puisinya sebelum aditya memancar di ufuk timur.

Pernah ia mengalami kebuntuan pikir. Mengapa puisi sekarang terlalu panjang, bukan padat seperti agnya. Mudah dimengerti. 

Sebelum layung menggores langit barat, ia kecewa, tak bisa membuat bait puisi baru. Ia minta izin ke ibunya untuk kembali ke rahimnya. Sayangnya, ibunya telah kembali ke rahim bumi pertiwi sejak bapaknya menanam agel agar di depan rumah.


SINGOSARI, 30 Maret 2020

Glossary:

Titi mongso = penanda waktu, momentum
Acitya = Ilmu pengetahuan
Agel agar = tali pusar
Aditya = matahari
Agnya = perintah
Layung = langit kuning menuju senja

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x