Mohon tunggu...
Santoso MAHARGONO
Santoso MAHARGONO Mohon Tunggu... Pustakawan, Penggemar Puisi, Penulis Cerpen dan Pelari

Jika hendak kirim pesan, bisa kirim ke e-mail: santosoprb@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Kabut di Jendela Kereta

26 Februari 2020   11:41 Diperbarui: 26 Februari 2020   11:39 38 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Kabut di Jendela Kereta
imgc.allpostersimages.com

Aku tak ingin membasahi kerah bajumu. Apalagi tatapanmu sedang basah. Sejatinya ada keinginan untuk memeluk lehermu yang jenjang itu, namun aku khawatir besi rel kereta akan cemburu. Selama ini mereka ingin berhimpitan sebentar saja di stasiun purba yang sudah punah keramaiannya. Tapi rasanya sulit, begitu juga kebekuan-kebekuan malam ini. 

Kau masukkan lagi tanganmu kedalam saku. Berharap ada bayang-bayang kota tujuan, walau sekepal saja. Batinmu selalu terhunus tanya yang sulit terjawab, "Mengapa bola mata lelaki itu terbawa kereta malam ini?" 

Kereta tak juga melaju, tatapanmu menjadi kelu. Tak sengaja aku turut haru. Semakin tebal tubuhku hinggap di jendela kereta. Kau usap supaya bisa melihat gigil di luar, tapi aku sigap menepi dan kembali lagi meraba jejak telapak tanganmu.  

Jangan kau sesali perjalanan ini, nanti ada saatnya jendela akan tertembus sinar mentari. Begitupun aku akan menjelma menjadi embun di ujung mawar. Menuntaskan kisah yang terpisah, antara malam dan pagi. Semoga usai perjalanan ini, kau tak lagi menyeka aku lagi, sebab aku ingin menutupi jendela rumahmu agar kau tuntas menyulut cintamu.


MALANG, 26 Februari 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x