Mohon tunggu...
Santoso MAHARGONO
Santoso MAHARGONO Mohon Tunggu... Pustakawan

Aku pembelajar yang terbit dari fajar, terbawa mentari perawan di bumi Singosari, bumi dimana para Raja bertunas.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Nasi Telah Menjadi Bubur

9 Desember 2019   12:16 Diperbarui: 9 Desember 2019   12:59 78 10 4 Mohon Tunggu...
Puisi | Nasi Telah Menjadi Bubur
Ilustrasi: economictimes.com

Harusnya kita bersyukur pada koruptor, sebab masih ada jeruji terisi.

Bahkan, wartawan serta awak media lain akan mendapatkan berita, itu artinya gajian lancar.

Pejabat penegak hukum turut serta bekerja membuat tuntutan, mengadili dan hakim juga tetap menutup persidangan dengan mengetok palu.

Pemusik akan menciptakan lagu-lagu balada tentang korupsi, ada group K-POP juga yang artinya Korupsi-POP.

Penjual mobil, berlian, jam tangan, tas wanita, sepatu hingga ikat pinggang juga mendapat keuntungan.

Tanah kavling, rumah, apartemen, sekalian pelakor dan gundik-gundik juga laku.

Tapi kalau aku diajak syukuran di rumah koruptor akan kutolak, sebab menu masakan utama adalah bubur.

Hal ini sesuai dengan pepatah para krouptor "Apa daya nasi sudah menjadi bubur, Jika ketahuan korupsi lebih baik kabur"


Selamat Hari Anti Korupsi 9 Desember 2019

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x