Mohon tunggu...
Santoso Mahargono
Santoso Mahargono Mohon Tunggu... Pustakawan

Aku pembelajar yang haus dalam perjalanan. Semoga kau sudi memberiku setetes syair.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Musim Perhatian

20 Oktober 2019   16:02 Diperbarui: 20 Oktober 2019   16:12 0 8 0 Mohon Tunggu...
Musim Perhatian
Sumber: Twitter/ClassiCultit

Semusim yang lalu, aku mencarimu
di sepanjang ruas jalan basah ini.
Malam itu berjejer warung dengan
penjual bertubuh kurus.
Pembeli selalu malu-malu bersama rembulan.
Esok hari adalah waktu yang menghardik
untuk berjualan lagi, lalu sepi berfoya-foya.

Semusim ke depan, aku bertekad terus
menurut jejakmu. Tapi, tanah terlanjur
rekah disana-sini. Buruh-buruh yang pipinya
terbakar, seperti menantang matahari.
Mereka membeli sepatu untuk anaknya
dengan mesin yang berotot.
Jika mesin boleh aus, buruh-buruh itu harus
tetap merogoh sakunya, digaruklah pahanya
yang kekurangan oli itu hingga menghitam.

Semusim ini kata sejarawan
adalah riwayat yang terukir.
Demikian pula pencarianku padamu
adalah prasasti yang akan kupahat
pada batu yang terbawa banjir, atau
tanah subur yang longsor.

"Kemana gerangan perhatian?, apakah
musim telah memborongnya?"
   

MALANG, 20 OKTOBER 2019
  

KONTEN MENARIK LAINNYA
x