Mohon tunggu...
Santoso Mahargono
Santoso Mahargono Mohon Tunggu... Pustakawan

Aku pembelajar yang haus dalam perjalanan. Semoga kau sudi memberiku setetes syair.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Mengayunkan Kehidupan

10 Oktober 2019   19:23 Diperbarui: 10 Oktober 2019   19:21 0 3 1 Mohon Tunggu...
Puisi | Mengayunkan Kehidupan
https://i.ytimg.com

Di seberang waktu yang masih teramat hijau,
beranikan dirimu untuk mulai mengayunkan
hidup. Pelan-pelan saja, kau tak perlu
terburu-buru. Kehidupan bukan dikejar, do'a
dan ikhtiar harus kau kemas. Masukkan dalam
saku hatimu, lalu mulailah mengayun. Rasakan
terpaan angin, rasakan ujian hidup yang
kadang harus maju, kadang pula mundur.

Ikuti saja ayunannya, ada dua utas tali kehidupan
yang bisa kau rekat erat. Dia sejatinya Tuhan yang
berfirman dalam kitab suci. Utas berikutnya adalah
kehidupanmu yang tersambung dengan kehidupan
orang lain. 

Duduklah dengan tenang, seberapa empuk maupun
keras bangku ayunan, itulah tempatmu berpijak. Kehidupanmu
tetap menjadi tanggungjawabmu sendiri.

Jangan mencoba duduk di ayunan lain sebelum selesai
ayunanmu. Sebab setiap ayunan adalah energi hidup
yang membawa manusia menghabiskan waktu.

Jika kamu mencoba ayunan yang lain, tidak perlu merebutnya,
tunggu sampai ayunan kosong. Sebab semua ayunan sama
rasanya. Kau hanya melihat saja betapa orang lain
terasa nyaman dalam ayunan.

Sekali lagi, berpeganganlah pada tali ayunan,
jika kau teledor, maka kau akan terjatuh, terluka.
Hingga suatu masa, ayunan itu sudah tak bisa
kau tumpangi, sebab waktumu sudah selesai.
Jika demikian, kau hanya bisa melihat orang
lain dalam ayunan dengan segala tingkahnya.

MALANG, 10 OKTOBER 2019

Hidup adalah ayunan yang terkadang membuat kita maju dan sukses, lalu siap untuk mundur karena kegagalan dan kekhilafan. Selalu berdo'a, ikhtiar dan bangkit lagi adalah obat untuk putus asa dalam hidup

KONTEN MENARIK LAINNYA
x