Mohon tunggu...
Santoso Mahargono
Santoso Mahargono Mohon Tunggu... Pustakawan

Manusia biasa yang ingin selalu belajar, suka membaca, menulis puisi dan menghimpun kata.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sepotong Suara yang Pemberani

7 September 2019   15:23 Diperbarui: 8 September 2019   07:32 0 5 1 Mohon Tunggu...
Sepotong Suara yang Pemberani
Sumber: https://i.guim.co.uk

Sebuah pin keemasan terus terjaga
mengawasi bolpoin warna keemasan
yang terpejam letih di dalam saku baju safari
diantara barisan kursi-kursi empuk

Sepotong suara melintasi gedung
yang katanya wakil rakyat itu
dan singgah di saku baju safari

"Kau ini siapa berani singgah disini?" tanya pin keemasan
"Apakah kau tak hormat dengan bolpoin, dia seharian
bekerja menandatangani berbagai dokumen."

"Ma'af aku memang sepotong suara, sepotong lainnya
sudah ditindas keserakahan.
Maka, kuberanikan diri kesini, ingin kusampaikan tentang
suara-suara yang dikubur oleh penjilat,
mereka menukar suara dengan uang."

"Ah sudahlah, enyah kau dari gedung ini," bentak pin

"Baik aku akan pergi, tolong sampaikan pada bolpoin,
jangan sampai tinta hitam menjadi racun bagi rakyat
jangan sampai ujung pena menggores luka hati rakyat
meski kau tahu ia dibungkus warna keemasan."

Malang, 7 September 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x