Mohon tunggu...
Santoso Mahargono
Santoso Mahargono Mohon Tunggu... Pustakawan

Manusia biasa yang ingin selalu belajar, suka membaca, menulis puisi dan menghimpun kata.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Desaku Kini

6 September 2019   10:56 Diperbarui: 8 September 2019   07:37 0 5 1 Mohon Tunggu...
Puisi | Desaku Kini
sumber: .toronto.edu

Pijar kunang-kunang
berlarian menangkap senja
dari jejak-jejak mentari
yang cahayanya gigil gulita
di sebuah desaku yang berdiri apartemen

Sejak itu saran-saran dan kebutuhan lahir
bersahutan mempertahankan harga diri
hingga desaku kian berjejalan
mengusir semut hitam dari sarangnya
menuju mayat di tepi sungai
pekuburan serta ranjang-ranjang
dengan bayi tanpa nyawa

Tanah desaku bercerita
katanya ini semua demi desaku
agar tak sunyi dan bosan
mendengar bunyi seruling
mengiringi burung cicit
hinggap diatas kerbau

Sebuah tembang gamelan
mengalun lirih menutup sunyi
di tepian nisan tua
seorang juru kunci bersiap diri
terkubur bersama desaku


Malang, 6 September 2019



KONTEN MENARIK LAINNYA
x