Mohon tunggu...
Omri Samosir
Omri Samosir Mohon Tunggu... Manusia biasa biasa saja dan tidak akan mengganggu hidup anda

Menulis itu lebih dari sekedar menyenangkan, karena juga mendorong keinginan membaca. Cara yang paling konvensional adalah menulis yang benar benar kita ketahui, tetapi menulis untuk sesuatu yang tidak seluruhnya kita ketahui juga bisa menjadi asyik, karena segera mengetahui dari pembaca kita, betapa bodoh dan dangkalnya kita dan ahirnya mendorong untuk lebih tahu. Saya menyenangi perjalanan jauh, olah raga, fotografi, nanam sayur dan mendorong kiat hidup sehat.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Perlukah Kolesterol Diturunkan?

4 Agustus 2010   04:39 Diperbarui: 26 Juni 2015   14:19 7278 1 11 Mohon Tunggu...

Tetangga saya kemarin meninggal.

Saya Tanya kepada Haji Naung, tetangga lainnya “gara gara apa Beh..?”.

Naung cuma menjawab “tauk tuh, katanya gara gara kolestrol ketinggian”.

Emang berapa tinggi Beh…?.

Haji Naung cuma njawab “katanya sih udah 230”.

“Emang segitu bisa koit ?” Tanya saya lagi…

“Dokternya bilang mestinya dibawah 200…Die kebawa ke pikiran, pulang dari dokter, motornya jadi nabrak angkot… koit deh…”

[tentunya ini cuma guyon ….. tapi ada maknanya..]

[caption id="attachment_215453" align="alignleft" width="300" caption="hati hati obat statin"][/caption]

Sejumlah dokter dan juga asosiasi kesehatan merekomendasikan agar tingkat kandungan cholesterol didalam darah sebaiknya dibawah 200 mg/dL. Ternyata angka total ini sebenarnya tidak ada gunanya untuk diperhatikan, kecuali bila melampaui 300 mg/dL dan itupun anda harus lihat rinciannya, bukan sekedar jumlah total. Orang dengan angka dibawah 200 bisa saja berisiko tinggi sedangkan yang diatas 250 ternyata berisiko rendah. Ada beberapa test tambahan yang diperlukan untuk mengetahui kondisi yang lebih akurat. Pertama adalah berapa persentase HDL dibanding Total. Bila diatas 24% maka kondisinya baik. [ada yang memakai angka sebaliknya, Total dibagi HDL, dibawah angka 4 dinyatakan baik]. Test kedua adalah berapa tingkat Trigliserin dibandingkan dengan HDL? Bila angkanya dibawah 2, dinyatakan baik, yang berarti tingkat Trigliserin anda relatif rendah. Namun ternyata juga angka2 tadi belum menerangkan secara rinci kondisi kesehatan anda.

Sekedar mengulangi ilmu per “cholesterol” an, Cholesterol itu terdiri dari HDL [high-density lipoprotein] yang disebut “baik”, LDL [low-density lipoprotein] yang disebut “jahat”, Trigliserin dan Lipoprotein[a].

Salah satu ahli menyatakan bahwa tidak ada gunanya mengukur LDL dan HDL. Keduanya hanyalah lipoprotein yang merupakan campuran dari lemak dan protein. Yang dikatakan LDL juga tidak semua partikelnya berbahaya dan hanya partikel2 tertentu saja, yang kecil dan tidak padat yang dapat masuk kedalam dinding arteri dan dapat merusak dan menimbulkan pembengkakan atau peradangan atau inflamasi. Jadi sebenarnya ada LDL baik dan LDL jahat. Bila demikian, yang terpenting adalah untuk mengetahui apakah inflamasi ini telah terjadi dan ia bisa dilakukan dengan melakukan test atas C-reactive protein [CRP] didalam darah. Bila tingkatnya dibawah 1 mg/dL, maka risiko anda rendah terhadap serangan jantung dan bila diatas 3 maka anda memiliki risiko tinggi. Hal ini pernah saya bicarakan dalam artikel saya mengenai cholesterol sebagai kambing hitam.

Cholesterol dalam lebih dari 10 tahun terakhir telah dipakai sebagai kambing hitam dan senjata dalam pemasaran produk obat statin, apakah itu untuk promosi atau malah membunuh suatu jenis produk tertentu. Ia telah dibuat menjadi alasan utama untuk seluruh penyakit jantung yang ada.

Padahal, sebelum tahun 1980 an, tidak ada pembicaraan mengenai bahayanya cholesterol dan pada saat itupun tidak ada gejala epidemi penyakit jantung seperti yang terjadi disejumlah negara2. Malah setelah kita gembar gembor mengenai perlunya menurunkan cholesterol, maka gejala epidemi penyakit jantung bermunculan. Apa pasal?

Pada saat ini telah terbentuk mitos bahwa lemak telah merupakan jenis makanan terburuk yang kita konsumsi. Masalahnya dalah KEMUNGKINAN MITOS INI SALAH dan dapat memperburuk kesehatan anda. Dan untuk anda2 yang mengonsumsi pil penurun-cholesterol, mungkin artikel ini mestinya and baca kemarin, bukan sekarang. Kita ingin bicarakan mengenai apa bahayanya bila anda menurunkan kadar cholesterol anda dengan semena mena tanpa tahu akibatnya.

Apa sih cholesterol dan apakah ada gunanya?

Cholesterol adalah sejenis protein dibutuhkan oleh seluruh sel tubuh kita karena ia membantu pembentukan membran, hormon, membentuk Vitamin-D dan memroduksi asam untuk menghancurkan lemak. Membran dari seluruh sel tubuh dibentuk dari cholesterol dan semua steroid hormon dan hormon lainnya juga dibentuk oleh substansi ini. Cholesterol membentuk ingatan anda, karena itu mayoritas dari otak terdiri dari cholesterol. Mayoritas dari cholesterol diproduksi oleh Lever atau hati. Anda bisa bayangkan kalau jumlah cholesterol dibadan anda kurang, maka jelas mempengaruhi banyak organ penting didalam badan anda. Cholesterol ini disirkulasikan oleh darah, kembali lagi kedalam liver dan demikian seterusnya [bukannya dibuang oleh badan]. Ini menandakan bahwa ia diperlukan, sebab bila tidak maka badan akan mencoba mengeluarkannya sebagaimana bahan toxic lainnya melaui ginjal maupun usus.

Bila anda melihat peningkatan kadar cholesterol, maka sebahagian ini disebabkan oleh terjadinya inflamasi didalam badan anda. Peningkatan ini terjadi terutama bila ada kerusakan yang besar dimana dibutuhkan jumlah cholesterol tambahan untuk memperbaikinya. Ini tentunya bertentangan dengan pandangan pengobatan ortodoks yang menurunkan tingkat cholesterol saja untuk menurunkan risiko serangan jantung.

Apa yang akan terjadi bila kadar cholesterol rendah? Banyak sekali masalah yang terjadi pada badan kita bila ini terjadi. Ini termasuk juga pada otak kita dan karena itu juga cholesterol rendah mengakibatkan masalah psikis pada manusia. Cholesterol membantu produksi hormon dan bila ini terganggu maka tingkat hormon menjadi rendah dan mempengaruhi kesehatan psikis manusia. Penelitian pada masalah psikis ini menunjukkan bahwa angka bunuh diri pada orang yang memiliki cholesterol rendah lebih besar 6 kali lipat dibandingkan dengan yang memiliki cholesterol tinggi. Penelitian para ahli juga menunjukkan bahwa pada studi yang dilakukan pada 40.000 pasien menunjukkan bahwa pasien yang memakan obat penurun cholesterol mempunyai risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit kanker dan Parkinson.

Berapakah angka yang disebut rendah? Bila patokannya adalah LDL, kemungkinan angka ini adalah angka LDL dibawah 150. Angka LDL ini pernah direkomendasikan dibawah 70, kemudian naik menjadi 100 dan 130. Mengapa berubah dari 70? Karena angka ini telah menjadi kontroversi, karena hanya bisa dicapai bila orang memakan pil penurun cholesterol. Dan ini jelas merupakan penipuan terselubung oleh iklan pabrik farmasi. Angka rekomendasi ini pun tidak disetujui secara merata. Para dokter dapat menyebut suatu angka tanpa merasa bersalah menggunakannya, karena standar angka LDL ini berbeda, tergantung dari siapa [pabrik obat] yang mengatakannya.

Para ahli yang lebih bertanggung jawab menyatakan bahwa lebih dari 99% orang tidak memerlukan obat penurun-cholesterol dan sisanya yang sedikit itu hanya memerlukan ini bila dia mempunyai masalah genetic dimana tingkat cholesterolnya secara genetic memang sangat tinggi, dan ini dapat dibantu oleh pil tadi.

Mayoritas pil penurun cholesterol adalah dari jenis statin [contoh Lipitor, Zokor, Simvastatin dll]. Apakah masalah yang ada dengan obat ini?

Obat statin bekerja dengan mencegah bekerjanya suatu jenis enzym yang ada pada liver untuk memproduksi cholesterol. Jadi obat ini bermain main dengan proses alam yang terjadi didalam hati. Masalahnya adalah bukan hanya proses pembuatan cholesterol menjadi kacau balau, tetapi sejumlah fungsi biologis dan substansi lain juga sangat terganggu. Ini merupakan intervensi atas proses alami. Efek sampingan yang paling sering terjadi adalah sakit pada otot dan perasaan otot yang tidak bertenaga yang sering disebut rhabdomyolysis. Ini adalah tanda2 bahwa sel2 tissue pada otot anda melemah dan pecah terurai dan ini dapat mengakibatkan kerusakan ginjal. Sejumlah efek sampingan lain yang diketahui adalah kerusakan system syaraf; pusing; hilang ingatan; risiko terkena kanker; turunnya daya kekebalan tubuh; depressi dan terakhir adalah kerusakan di Liver termasuk terjadinya kenaikan liver enzyme.

Dengan segala risiko besar yang disebutkan diatas, apakah obat statin ini sudah benar efektif untuk mengurangi serangan jantung? TERNYATA TIDAK. Dibawah ini diterangkan sejumlah fakta penelitiannya.

Didalam statistik obat ada yang dinamakan NNT [number needed to treat] atau jumlah yang perlu diobati. Bila dikatakan suatu obat pencegah serangan jantung memiliki NNT 50, maka ada 1 orang yang terhindar dari serangan jantung untuk 50 orang yang mengkonsumsinya. Bila NNT nya 1, maka ini berarti obat itu benar2 mujarab. Ini standar potensi dari obat, namun semua obat Statin tidak menggunakannya karena angka NNT nya sangat besar sekali, yang juga berarti hanya sedikit sekali orang yang terhindar dari serangan jantung karena mengonsumsi obat ini. Mereka menggunakan tolok ukur berbda untuk mempromosikan “kehebatannya”. Sebagai contoh salah satu merek paling terkenal untuk statin menyatakan bahwa obat mereka terbukti telah menurunkan 36%- 60% LDL, tergantung dari dosis obatnya. Promosi bagus bukan? Anda beranggapan bahwa bila LDL anda sekarang 100, maka setelah minum obat ini, angka LDL anda dapat turun hingga antara 36-60. Hebat….. Dalam keterangan rinciannya [dalam huruf kecil…] dikatakan bahwa “pada studi klinis selama 3 tahun, didapatkan bahwa 3% dari pasien yang diberi placebo mendapat serangan jantung, sedangkan untuk yang diberi obat statin ini, hanya 2% yang mendapat serangan jantung”. Atau dengan perkataan lain, untuk studi yang melibatkan 100 orang selama 3 tahun, didapatkan 3 orang yang kena serangan jantung karena memang tidak diberi apapun dan ada 2 orang yang menderita serangan dalam group yang diberi statin. Jadi ada 1 orang berkurang dan inilah yang dikatakan sebagai 36%-60%. Ini benar2 permainan kata2 yang menipu. Banyak merek2 obat statin yang ditarik setelah beredar bertahun tahun seperti Zetya dan Vytorin, karena memang tidak berfungsi apa2, namun telah bertahun tahun meraup keuntungan besar. Bisnis untuk obat statin ini berjumlah lebih dari 50 Billion USD [bukan million…] dan semua pabrik obat mencoba ikut mencicipinya.

Dari keterangan diatas, jelas sekali bahwa memakan obat penurun cholesterol, terutama jenis statin bukanlah solusi masalah ini. Para ahli berpendapat bahwa hal terpenting adalah bagaimana menurunkan inflamasi dan dengan sendirinya risiko serangan jantung akan menurun secara otomatis.

Seperti dikatakan terdahulu, masalah serangan jantung meningkat luar biasa, justru setelah manusia gembar gembor mengenai cholesterol. Hipotesa yang diberikan dan diyakini benar mengatakan bahwa lemak hewan, mentega, telur akan menyebabkan meningkatnya kadar cholesterol dan risiko serangan jantung. Hipotesa ini tidak sepenuhnya benar. Semua orang didorong untuk mengonsumsi makanan low-fat atau rendah lemak. Semua pabrik makanan menjual makanan yang dinamakan low-fat, non-fat, low-cholesterol, no-cholesterol, diet-ini, diet itu, dsb.

Apa yang terjadi adalah, makanan ini berkurang kalorinya, berkurang lemak nya, rasanya menjadi hambar dan tidak menarik selera untuk dimakan. Para pabrik makanan mengganti mengganti lemak hewan tadi dengan lemak sayuran atau minyak nabati untuk memberikan rasa gurih, menambahkan sangat banyak gula terutama fructose kadar tinggi untuk memberikan cita rasa pengganti. Ternyata dan ternyata…. semuanya ini ternyata meningkatkan kadar cholesterol yang lebih tinggi dari sebelumnya. Bila orang mengganti mentega menjadi margarine [mengganti mentega yang asalnya dari susu menjadi margarine yang dari kelapa sawit] dan dipakai untuk menggoreng, maka lemak jenuh yang terjadi jauh lebih tinggi dan menaikkan kadar cholesterol. Penambahan gula yang berlebihan terutama gula fructose akan langsung membebani Hati atau Liver secara berlebihan dan hal ini akan mengakibatkan inflamasi pada Liver dan akibatnya kadar cholesterol meningkat. Penambahan gula yang berlebihan didalam makanan telah menjadi satu satunya penyebab terbesar atas penyakit kegemukan dan peningkatan serangan jantung dan penyakit2 lainnya. Peningkatan gula ini juga ditunjang dengan makin murahnya gula fructose yang mayoritasnya adalah gula jagung. Lebih manis 25% dari gula tebu dan jauh lebih murah.

Jadi kita ini ibarat keluar dari mulut buaya, masuk kedalam mulut macan. Perlu juga diketahui bahwa inflamasi chronis juga didapatkan dari hal2 seperti: makanan berlemak yang dimasak dalam waktu lama; gula dalam jumlah besar; biji2an dalam jumlah besar; makanan yang dimasak pada temperatur tinggi; trans-fat; hidup yang tidak teratur; merokok dan kondisi emosi yang stress.

Apakah pesan yang dapat diberikan? Cobalah hidup sehat. Anda perlu makanan sehat [dapat anda lihat pada artikel perihal makanan sehat atau juga artikel ini yang memberi beberapa prespektif untuk hal ini].

Pesan selanjutnya tentunya sangat gamblang…. Berhati hatilah dengan obat statin. Obat ini bukan hanya tidak ada gunanya, namun berbahaya. Cobalah menjadi lebih bijak dengan mengetahui informasi lebih banyak mengenai penyakit2 terutama penyakit kronis, sebab obat2an yang ada bukan hanya merongrong kesehatan anda, namun juga merongrong kantong anda.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x