Om Brill
Om Brill

Book Writer - Video Blogger - Entrepreneur

Selanjutnya

Tutup

Karir

Army 'Joey' Halim (Floor Director ANTV) "Saya Diteriaki oleh Dian Sastro..."

7 Juni 2018   16:37 Diperbarui: 11 Juni 2018   19:08 456 0 0
Army 'Joey' Halim (Floor Director ANTV) "Saya Diteriaki oleh Dian Sastro..."
Army 'Joey' Halim (paling kanan) bersama rekan-rekan ANTV

Itulah salah satu pengalaman yang tak akan pernah terlupakan bagi seorang Army 'Joey' Halim. Betapa tidak, Floor Director (FD) senior ANTV ini dikangeni oleh seorang artis cantik sekelas Dian Sastro. Kala itu, sedang melakukan General Rehersal (GR) acara Super Milarder 3 Miliar di studio Karnos Film di Cibubur, Jakarta Timur. Begitu muncul di studio dan melihat Army, Dian berteriak kencang.

"MAS ARMYYYYYYYY!!!!"

Kisah diteriaki Dian Sastro tentu cuma satu dari sekian banyak pengalaman asyik menjadi FD yang dimiliki oleh Army.

***

Pertama kali resmi menjadi FD di ANTV sejak 2005. Kebetulan pada tahun itu, ANTV memang baru resmi memiliki jabatan Program Director (PD) dan FD. Begitu resmi menjadi FD, Army langsung pegang program Star on Stage. Program ini berkonsep bintang-bintang musik yang tampil di atas panggung. Terakhir, Army bertanggung jawab meng-FD-kan program Pesbukers. Sementara, di acara besar HUT ANTV, ia sudah ikut sejak HUT ke-8 sampai HUT ke-22. 

Kemampuannya menjadi FD tak pernah ia dapatkan dari belajar secara formal. Latar belakang pendidikannya pun bukan dari sekolah broadcast, tetapi dari Akademi Analisis Kimia. Jadi boleh dikatakan, ia belajar secara otodidak. Belajar dari buku-buku, maupun melihat video bagaimana kerja seorang FD.

"Kadang saya menyempatkan diri main ke stasiun televisi lain. Berkenalan dengan FD di TV tersebut, melihat bagaimana kerjanya, dan bertanya," jelas Army.

Dari satu program ke program lain, Army terus belajar dan menimba pengalaman. Saat ini sudah puluhan program yang ia pernah pegang. "Saya lupa sudah berapa program," ucap pria yang rajin mengumpulkan showreel program yang mempekerjakan dirinya sebagai FD ini.

***

Army sedang berdiskusi dengan Program Director (PD)
Army sedang berdiskusi dengan Program Director (PD)
Banyak suka dan duka yang dijalankan selama menjadi FD. Ia akui, sukanya tentu bisa berkenalan dengan public figure yang selama ini populer di masyarakat, terutama para artis. Selain kenal, si artis pun jadi mengenal Army. Maklumlah, salah satu tugas FD memberi pengarahan kembali pada si artis sebelum tampil. Pengarahan tersebut tentu atas perintah dari PD berdasarkan rundown yang sudah dibriefing pada kru. Kisah diteriaki Dian Sastro di atas, menjadi salah satu contoh, bagaimana artis begitu dekat dengan Army.

Ada juga cerita dari Army soal kedekatannya dengan Raffi Ahmad, Olga Lidya, Anya Dwinov, Vega Darwanti, dan artis lain. "Kalo mereka jalan-jalan atau liburan, pasti saya dapat oleh-oleh," jelas Army. Sebagai contoh, ketika Irfan Hakim liburan ke Jepang, Army mendapatkan kamera pocket.

"Dukanya kalo dapat penonton yang kondisinya cepek, ngantuk, lelah. Padahal programnya harus ceria, harus rame. Saya sangat berduka sekali kalo kondisinya seperti itu. Kenapa? Sebab, tugas saya jadi berat," papar Army.

Hal-hal yang menyebalkan, bisa juga menjadi duka bagi Army. Salah satu hal yang menyebalkan adalah, ketika tim kreatif tidak berkoordinasi dengan FD saat ada perubahan rundown. Meski sudah briefing sebelum acara live atau taping dengan all crew (semua tim teknis maupun artis yang terlibat), namun memang seringkali ada perubahan saat syuting berlangsung. Nah, tim kreatif kerap lupa untuk berkoordinasi dengan FD. Biasanya, tim kreatif langsung mem-brief perubahan tersebut ke artis. Begitu syuting, FD tidak tahu perubahan tersebut. Selain FD, PD pun tak tahu. Ketidaktahuan PD menyebabkan pengambilan gambar tidak terkonsep. Oleh karena PD tak tahu, yang "disemprot" mau tak mau adalah FD. Maklumlah FD adalah tangan kanan dari PD.

"(Perubahan dari tim kreatif) saya paling sebel," aku lulusan Akademi Kimia Analis.  

Army sedang membacakan rundown pada para talent
Army sedang membacakan rundown pada para talent
Sebelum menutup pembicaraan, Army meninggalkan pesan pada pembaca Kompasianers, mengenai hal-hal apa yang dibutuhkan menjadi FD. Pertama, punya keinginan dulu (baca: passion). Kedua, harus punya percaya diri. "Kalo masalah teknisnya bisa dipelajari kemudian".

Hal ketiga yang dibutuhkan sebagai FD adalah penampilan. FD harus keren. Keren di sini bukan sekadar tampan atau cantik, lho, tetapi harus rapi dan harum. Seperti juga News Anchor atau Reporter, FD juga termasuk image dari stasiun televisi. Salah satu tugas FD adalah mem-brief penonton atau narasumber. Bayangkan jika FD tidak keren, pakai sandal, rambut acak-acakan, pasti penonton dan narasumber akan bertanya-tanya kredibilitas stasiun televisi tersebut mempekerjakan FD yang tidak rapi. Begitu juga jika FD tidak harum. Narasumber, misalnya artis, yang dibrief pasti bisa tutup hidung jika FD bau ketek atau mulutnya mengeluarkan bau-bau tak sedap.

Terakhir, FD perlu wawasan. Paling tidak sedikit banyak mengenal program apa yang akan disyuting. Sosok narsum yang tampil. Sebab, jangan sampai FD tanya nama dan jabatan ke narasumber langsung, karena itu sangat memalukan. Setidaknya FD bisa mencari tahu (googling) sebelum syuting, agar punya sedikit wawasan. Juga tak kalah penting, wawasan dalam public speaking. Oleh karena FD tampil mem-brief para penonton yang ada di studio, maka kemampuan public speaking harus bagus. Perbedaharaan kata harus baik dan benar. Artikulasi dan intonasi harus jelas.

Salam Kerja!