Om Brill
Om Brill

Book Writer - Video Blogger - Entrepreneur

Selanjutnya

Tutup

Fesyen Pilihan

Eva Julianti (News Anchor CNN): Saya Kaget Banget Diizinkan Pakai Hijab...

4 Juni 2018   14:47 Diperbarui: 5 Juni 2018   15:48 4553 2 0
Eva Julianti (News Anchor CNN): Saya Kaget Banget Diizinkan Pakai Hijab...
(instagram/eva.yunizar)

Tentu kekagetan Eva Julianti tersebut beralasan. Betapa tidak, ketika masih bersiaran di Metro TV, News Anchor cantik ini tak diberikan izin memakai hijab. Padahal, sebagai muslimah, sudah sejak lama ia ingin menunaikan kewajibannya memakai hijab sesuai dengan perintah Allah dalam al-Quran surat Al-Ahzab ayat 36 dan 59; lalu Al-A'raf ayat 26; dan An-Nur ayat 31.

"Alhamdulillah, gak terlalu banyak drama, saya diizinkan pakai hijab," terang Eva.

Sebelum menjadi News Anchor di CNN Indonesia, Eva memulai karir di dunia jurnalistik televisi saat bekerja di SCTV, tepatnya di Liputan 6 pada 2001. Perempuan kelahiran Surabaya, 13 Juli tigapuluh sembilan tahun lalu ini menjadi Reporter. Dari Reporter lapangan, wajah cantiknya juga tampil di program berita Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Terkini, serta Buser. Kala itu, ia tercatat sebagai News Anchor termuda di SCTV. Usianya masih 21 tahun.

Di SCTV, Eva belajar dengan para senior yang lebih dulu menempati newsroom. Ada Rosianna Silalahi, Bayu Sutiyono, maupun Apni Jaya Putra. Selain para senior, ia pun belajar dari jurnalis senior yang menjadi pemimpin redaksi (pemred) di SCTV, yakni Karni Ilyas. Selama enam tahun, Eva menempa diri sebagai Reporter maupun News Anchor. Pada 2007, ia migrasi ke Metro TV.

"Sebenernya keinginan pakai hijab sudah dari dulu," jelas perempuan yang sempat membawakan berita Metro Hari Ini maupun Metro Realitas. "Di Metro saya sempat berhijab, lho. Dua tahun. Tapi ada perjanjian. saat siaran harus dilepas". Oleh karena tak ingin lepas-pakai lepas-pakai hijab, mau tak mau keinginan besarnya untuk berhijab batal.

Eva heran, isu soal hijab di kalangan jurnalis ini tidak konsisten pada jurnalis. Mayoritas stasiun televisi mengizinkan Reporter yang liputan di lapangan menggunakan hijab. Namun, tak semua stasiun televisi mengizinkan Presenter atau News Anchor perempuan menggunakan hijab di studio.

"Artinya, sebenarnya nggak ada masalah dong dengan netralitas news judgement yang selama ini jadi bahan diskusi?"

Pertanyaan Eva tersebut tentu saja wajar. Padahal, lanjut Eva, kalau memang takut dengan masalah kenetralitasan, bukan cuma Presenter atau News Anchor di studio yang tidak diizinkan memakai hijab, tetapi juga Reporter lapangan. Ketidakkonsistenan ini dilakukan oleh mayoritas stasiun televisi, meski Owner dan pemred di beberapa stasiun televisi tersebut seorang muslim.

"Apalagi di indonesia sekarang banyak banget wanita berhijab. Seharusnya ini (dengan diizinkan berhijab) lebih mempermudah penerimaan dari masyarakat.."

Saat ini Presenter dan News Anchor yang menggunakan hijab bisa dihitung. Di tvOne ada Yaumi Fitri. Sementara di Net TV ada Rikha Indriaswari. Sementara stasiun televisi lain hanya mengizinkan Reporter berhijab. Data Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB), selain Reporter, jurnalis berhijab di stasiun televisi adalah Pemred, Produser, Kordinator Liputan (Korlip), maupun Camera Person (Campers).

Pada 2015, Eva pindah stasiun televisi lagi. Masih di televisi berita, tetapi kali ini CNN Indonesia. Di CNN, setelah melalui fase beberapa tahun tidak berhijab, timbul keinginan untuk memakai hijab. "Meski pun pasrah jika konsekuensinya tidak siaran lagi," aku istri dari pengusaha Ali Muhammad Suharli dan ibu dua anak: Alia dan Aiman ini.

Keinginan Eva untuk berhijab disampaikan ke Prabu Revolusi dan Alfian Rahardjo. Dua pria ini tak lain adalah Manajer dan Koordinator News Anchor CNN. Baik Prabu dan Alfian tidak langsung menyetujui. Mereka kemudian menyampaikan keinginan Eva tersebut ke Titin Rosmasari, Direktur Utama sekaligus Pemred CNN.

"Alhamdulillah, setelah meminta pertimbangan owner, Pemred mengizinkan News Anchor berhijab," ungkap perempuan, yang membawakan program CNN Newsroom dan CNN News Report, dengan wajah berbinar-binar.

 "Saya aja sampe kaget banget diperbolehkan berhijab..."

Eva tidak paham, bagaimana bentuk izin Pemred kepada Owner. Yang ia tahu, Pemred sempat menginfokan terlebih dulu ke Chairul Tanjung (Owner TransCorp). Eva pun tak tahu, apakah sang Owner juga meminta izin sang pemilik brand CNN. Yang pasti, Eva akhirnya diizinkan berhijab.

Begitu diizinkan berhijab, Prabu minta Eva untuk mencoba look hijab yang cocok untuk penampilannya di CNN. Tentu kita tahu, banyak jenis hijab yang ada di tanah air. Permintaan Prabu tersebut atas anjuran dari Titin. Wajar, karena jangan sampai brand CNN jadi kurang bagus, gara-gara hijab yang dikenakan Eva tidak terkonsep.

"Prabu lumayan kasi banyak masukan, sekaligus sharing pengalaman istrinya pada saat pake hijab dulu," jelas Eva.

Tentu banyak kalangan yang menilai CNN luar biasa bisa memberikan izin seorang News Anchor menggunakan hijab. Betapa tidak, televisi yang dimiliki oleh Ted Turner dan memiliki slogan News We Can Trust ini jarang, bahkan boleh dikatakan tidak mengizinkan penggunaan hijab pada News Anchor perempuan. Namun, jelas Eva, ketika ada seorang Executive Producer CNN dari Hong Kong hadir ke Jakarta dan memberikan training ke awak redaksi CNN Indonesia, ia tak berkomentar apa-apa soal penampilan Eva dengan hijabnya.

"Saya berharap semua stasiun televisi mengizinkan News Anchor yang berkeinginan berhijab. Sebab, nggak ada hubungannya cara berpakaian seseorang dengan profesionalitas," ujar perempuan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) ini.

"Menutup aurat memang ada aturannya dalam al-Quran. Jadi seharusnya, profesi apapun mendukung siapapun melaksanakan hal-hal sesuai keyakinannya. Ibaratnya, nggak ada bedanya melarang perempuan pakai hijab dalam bekerja, sama melarang orang beribadah, saat bekerja".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2