Mohon tunggu...
Oman Salman
Oman Salman Mohon Tunggu... Guru - Guru SD. Surel: salmannewbaru@gmail.com

Sedang belajar memahami anak dan ibunya...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Islam Agama Damai, Agama Cinta

11 Oktober 2019   15:56 Diperbarui: 11 Oktober 2019   16:12 579 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

terjadi penyerangan terhadap Menkopolhukam, Wiranto, oleh orang tak dikenal. Sumber: kompas.com

Perlu dikatakan dan ditekankan bahwa Islam adalah agama damai dan agama cinta. Banyak fakta dan bukti, baik secara aspek historis maupun aspek syariat (ajaran) Islam itu sendiri, yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang menyejukkan, damai dan penuh cinta.

Bukti pertama, tak perlu jauh kita mencari dan menggali syariat ataupun historis untuk menunjukkan bukti bahwa Islam agama perdamaian dan penuh cinta. Yakni dari kata "Islam" saja, memiliki akar kata (salama: sin lam dan mim) salah satu artinya adalah damai. Memiliki akar kata yang sama dengan "As-Salam" yang juga berarti kedamaian. Saya pernah mengulas sekilas tentang makna As-Salam ini dalam tulisan terdahulu berjudul "Berdamai dengan Menerapkan Makna Assalamu'alaikum".

Ringkas bahas, secara etimologis, Islam adalah agama yang membawa perdamaian, mengajarkan perdamaian dan menyerukan perdamaian. Islam agama yang damai sejak namanya, apalagi dalam ajarannya, juga historisnya.

Sekarang kita coba membuktikan bahwa Islam adalah agama yang damai dan penuh cinta dari aspek historisnya, khususnya membaca sedikit riwayat Nabi Muhammad Sang Pembawa Risalah Islam.

Di Mekah, pada masa awal penyebaran ajaran Islam, Nabi menjadi sosok yang paling dibenci oleh para penentangnya. Berkali-kali, tak terhitung jumlahnya, Nabi menjadi target penganiayaan dan pembunuhan. Hasutan dan fitnah kepada Beliau jelas lebih tak terhitung lagi jumlahnya.

Salah satu peristiwa yang terkenal dalam peristiwa rencana pembunuhan terhadap Beliau oleh para penentangnya adalah saat malam ketika tempat tidurnya digantikan oleh sahabat setianya, Ali bin Abi Thalib.

Malam itu, para eksekutor rencana pembunuhan Nabi telah berhasil mnegepung ruamah Beliau. Rasanya tak mungkin beliau dapat lolos. Waktu itulah Sayidina Ali menggantikan tempat tidur Beliau. Sementara Nabi berhasil meloloskan diri dari kepungan para eksekutor. Para eksekutor tak alang kecewanya ketika mendapati bahwa Ali lah yang berada di tempat tidur tersebut.

Dalam kejadian tersebut ada yang meriwayatkan bahwa Jibril datang menemui Nabi dan menyampaikan bahwa seandainya Nabi berkenan, orang-orang atau para eksekutor itu dapat dibinasakan, atas izin Allah. Nabi, dengan kelembutan hatinya menolak tawaran Malaikat Jibril. Alih-alih, Beliau mendoakan yang terbaik bagi para eksekutor tersebut dan agar dibukakan pintu hati mereka. Tak ada kebencian, tak ada dendam di hati beliau. Penuh cinta kasih.

Dari banyak percobaan pembunuhan kepada beliau, juga atas dasar terancam jiwa para sahabat beliau, beliau terusir dari kampung halaman kesayangannya, Mekah. Lalu hijrah ke Yastrib yang kemudian berubah nama menjadi Madinah.

Teramat banyak peristiwa yang menunjukkan kelemah-lembutan hati dan perilkau Sang Nabi dalam menjalankan kehidupannya. Sama sekali tak ada kekerasan. Bahkan perang yang dialami oleh beliau semua atas asas pertahanan; bukan penyerangan, bukan arogansi, apalagi ekspansi. Tak ada.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan