Mohon tunggu...
oman salman
oman salman Mohon Tunggu... guru

lawan korupsi! kami generasi penerus akan tetap setia pada integritas, moralitas, dan spiritualitas

Selanjutnya

Tutup

Politik

Mari Sambut Hari Baru untuk Indonesia Tercinta

27 Juni 2019   00:42 Diperbarui: 27 Juni 2019   00:53 0 0 0 Mohon Tunggu...

Jutaan pasang mata dan telinga tak terlewatkan dari suguhan ragam pemberitaan yang sangat krusial dan menentukan arah masa depan Bangsa ini, paling tidak untuk lima tahun ke depan. Ya...kita, kami, semua masyarakat Indonesia dari berbagai latar sosial, suku, agama, ras, etnik, tua-muda, semua sedang menanti saat-saat yang sangat menentukan itu. 

Bak sebuah cerita film box office Tanah Air yang lagi viral, semua orang tak hendak untuk terlewatkan dengan plot terakhir cerita box office ini. Namun, dalam film box office ini, kita disuguhkan dengan alur dan tokoh cerita yang rumit dan kompleks dimana kedua tokoh ceritanya adalah jagoan atau protagonis. Sebagian penonton berharap jagoannya berakhir dengan klimaks dan jagoan sebagian lain menjadi anti klimaks. Juga sebaliknya. 

Berbagai adegan alur cerita Pilpres yang panjang, kompleks, rumit, mulai dari maraknya hoaks dan hasutan kebencian, deklarasi kampanye damai, istilah perang total vs perang badar, hingga muncul istilah cebong vs kampret, dan...yang sangat menyedihkan, duka cita korban anggota KPPS, Bawaslu, dan kepolisian,  serta korban jiwa demonstrasi 21-22 Mei 2019; menjadi catatan penting sejarah perjalanan demokrasi untuk masa yang akan datang. Ini menjadi catatan penting perjalanan dan perjuangan Bangsa ini untuk lebih mawasdiri dan berbijakdiri dalam berdemokrasi. Mulai dari elit politik hingga wong cilik

Kata demokrasi yang sudah mulai dikenal sejak abad ke-5 Sebelum Masehi, tepatnya di Athena, Yunani, yakni "demokratia", yang artinya "kekuasaan rakyat" yang kemudian berkembang dan dianut oleh mayoritras negara-dunia dengan modifikasinya, termasuk Indonesia, adalah sebuah pilihan dan jalan terbaik dalam mencari pemimpin. Para Founding Fathers kita yang brilian telah mewarisi Bangsanya demokrasi sebagai dasar untuk berpolitik dengan dibingkai oleh nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD.

Dengan berpedoman pada Pancasila dan UUD, apapun yang akan menjadi akhir cerita dari Pilpres ini tentu adalah yang terbaik. Tak perlu rasanya ada istilah klimaks dan antiklimaks. Pemimpin yang lahir dari proses pesta demokrasi ini, baik Paslon 01 dan Paslon 02, adalah yang terbaik bagi Negara ini. 

Cerita Pilpres ini bukan tentang menang atau kalah, bukan tentang cerita klimaks atau antiklimaks, namun ialah tentang bagaimana kita dapat membangun Negeri ini bersama-sama ke arah yang lebih baik dan maju. Proses panjang perhelatan demokrasi ini kiranya patut kita jadikan ajang untuk bahu-membahu melakukan yang terbaik untuk negeri tercinta, untuk tanah air tercinta, Indonesia. 

Putusan MK nanti adalah ending cerita Pilpres ini. Tak ada lagi istilah kubu 02 atau 01, tak ada BPN atau TKN. Putusan MK adalah pertanda kehidupan baru dimulai. Semangat baru dimulai. bolehlah kita sejenak menengok lagunya Ello, Barry Saint Locco, Lala Karmela dan Ipang yang berjudul Semangat Baru.

Ya, mari kita sambut semangat baru, hari baru, untuk Indonesia Maju.

Kami yakin MK dengan keputusannya nanti.

Selamat untuk siapapun paslon yang diputuskan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024.