Mohon tunggu...
Olivia Dewi S
Olivia Dewi S Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Pendekatan Teoritis pada Komunikasi Internasional

7 Oktober 2018   21:09 Diperbarui: 7 Oktober 2018   21:17 734
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Setelah membahas tentang sejarah perkembangan komunikasi internasional pada minggu lalu, kali ini saya akan membahas mengenai beberapa teori yang mendukung kelangsungan komunikasi internasional. 

Seperti yang kita ketahui bahwa komunikasi internasional lahir pada peristiwa Perang Dunia ke-II dan banyak ilmuan komunikasi yang mengeluarkan teori-teori tentang komunikasi internasional ini. 

Terdapat banyak pendekatan teoritis dalam komunikasi internasional, namun ada empat pendekatan dominan dalam disiplin komunikasi interasional diantaranya, idealistic humanistic, political proselytization, economic power, dan political power yang akan kita bahs satu per satu.

Idealistic humanistic yaitu menggambarkan komunikasi internasional sebagai salah satu alat untuk mempersatukan bangsa-bangsa yang ada di dunia atau juga menjadi alat untuk menciptakan perdamaian dunia. 

Pendekatan idealistic humanistic dipelopori oleh karya ahli komunikasi asal Inggris yaitu, Colin Cherry yang berpendapat bahwa komunikasi dapat memajukan dan mempromosikan "harmoni global". 

Dengan pendekatan ini, organisasi-organisasi internasional terbantu dalam melakukan pelayannya kepada komunitas dunia lainnya. Negara-negara mampu berinteraksi satu sama lain untuk meningkatkan pendapatan, seperti mempromosikan destinasi wisata negara mereka yang nantinya mendatangkan banyak wisatawan dan sebagai wadah memperkenalkan antar budaya. 

Bisa diterapkan pada negara maju ke negara berkembang, begitu juga sebaliknya dari negara berkembang ke negara maju. Selain itu, bantuan pendidikan juga dapat diberikan kepada negara berkembang untuk membantu para pelajarnya mengerti mengenai perkembangan pendidikan dan teknologi yang dilterapkan pada negara maju sehingga menciptakan generasi yang dapat mensejahterakan negara maupun dunia. 

Pendekatan yang kedua yaitu political proselytization yang memandang bahwa komunikasi internasional sebagai alat propaganda, konfrontasi, periklanan, mitos, dan klik. Political proselytization digunakan untuk antar institusi negara yang mana menggunakan komunikasi satu arah.

Ketiga, information as aneconomic power atau yang sering dikenal dengan economic power yang artinya infromasi sebagai kekuatan ekonomi. 

Berkembangnya komunikasi internasional dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian suatu negara maju kepada negara berkembang yang ditandai oleh pertukaran barang dan jasa antarnegara. Contohnya yaitu mengiklankan film-film Box Office Amerika Serikat di berbagai negara-negara berkembang atau pembangunan internasional di segala bidang. 

Selanjutnya yang terakhir yaitu information as a political force atau political power atau yang dalam bahasa Indonesia berarti informasi sebagai kekuasaan politik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun