Mohon tunggu...
Olive Bendon
Olive Bendon Mohon Tunggu... Administrasi - Travel Blogger

Travel blogger yang senang menceritakan perjalanannya (dan kawan berjalannya) yang berkaitan dengan sejarah, gastronomi, medical tourism, kesehatan mental lewat tulisan. Memiliki hobi fotografi, menonton teater, dan membaca buku. Ikuti juga jejaknya di OBENDON.COM

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Murah dan Nyamannya "Medical Check-up" di Gleneagles Penang

26 Agustus 2018   22:39 Diperbarui: 26 Agustus 2018   22:52 2237
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Wajah lelaki hindustan itu sedikit masam ketika saya menghampirinya di pintu keluar Bandar Udara (Bandara) Internasional Penang. Sapa pagi saya dijawabnya dengan runtunan tanya .. Ibu tadi kemana? Saya lihat Ibu tadi jalan ke sana, Ibu kemana?

Saya hanya melihat dua lelaki lain yang memeluk papan nama bertuliskan nama lain saat bergegas keluar tadi. Tidak dirinya. Mungkin di saat yang bersamaan dia sedang berdiri di tempat yang tak terlihat, saya tak tahu karena dia baru tampak setelah saya berbalik arah dan menjumpainya memegang papan bertuliskan nama rumah sakit tempatnya bekerja yang membuat saya menghampirinya.

Beruntung dia tak menggunakan bahasa ketumbar jahe sehingga saya tak dibuatnya bertambah pusing karena terus saja berbicara tanpa memberi saya kesempatan untuk menjelaskan.

Maaf Ibu, saya Prem Kumar. Ibu tunggu sebentar. 

Silakan duduk di dalam lounge, masih ada 1 (satu) orang lagi. 

Prem, lelaki yang wajahnya kini dipenuhi senyum itu menunjuk ke bangku -- bangku kosong di MHTC Concierge & Lounge. Ruang tunggu yang disedikan oleh Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) untuk para pejalan medis, pasien -- pasien yang datang berobat ke Malaysia melalui bandara Penang, dapat beristirahat sejenak sembari menanti jemputan atau sekadar duduk -- duduk saja sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah sakit yang dituju.

Kedatangan saya ke Penang kali ini memang sedikit berbeda. Masih urusan jalan -- jalan, temanya medical tourism, destinasinya Gleneagles Penang, rumah sakit swasta pertama di Penang yang didirikan oleh sekelompok pengusaha Penang pada awal 1970. Gleneagles Penang mulai beroperasi pada 1 Juli 1973 dengan nama Penang Medical Centre.

Pada 1989 kepemilikan sahamnya diambil alih Gleneagles International Pte Ltd, anak perusahaan Parkway Pantai Ltd, dan namanya berganti menjadi Penang Gleneagles Medical Centre atau lebih dikenal sebagai Gleneagles Penang. Rumah sakit inilah yang menjadi pilihan saya untuk melakukan medical check-up (MCU). Dan pagi itu, Prem Kumar, lelaki hindustan bermuka masam tadi, bertugas menjemput saya.

MHTC Concierge & Lounge (dok. koleksi pribadi)
MHTC Concierge & Lounge (dok. koleksi pribadi)
Kenapa harus MCU? Kita sering abai ketika tubuh mengirimkan sinyal tak nyaman dan mulai berkeluh kesah hingga ia berteriak kencang -- kencang, barulah kita sadar ada sesuatu yang salah.

MCU dilakukan untuk mengetahui lebih dini dan rinci kondisi kesehatan kita sehingga dokter bisa melakukan pengobatan dan tindakan yang tepat pada bagian yang dikeluhkan sakit, serta menghindari komplikasi dan berkembangnya penyakit yang dibiarkan karena ketidaktahuan.

Setelah melakukan studi singkat profil beberapa rumah sakit yang sering dikunjungi pejalan medis Indonesia maupun negara lain sebelum berangkat dan setelah MCU langsung di Penang; 3 (tiga) hal berikutlah yang menjadi pertimbangan kenapa memilih MCU di Gleneagles Penang:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun