Mohon tunggu...
Olive Bendon
Olive Bendon Mohon Tunggu... Travel Blogger

penikmat alam ciptaan Tuhan, senang berjalan kaki & menyesap senyap saat mutar-mutar di kuburan tua. menitipkan jejak di Olive's Journey dan Perempuan Keumala

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Run the Toraja's Trail di Toraja Marathon 2016

22 Maret 2016   13:07 Diperbarui: 22 Maret 2016   14:46 0 3 2 Mohon Tunggu...

Lari telah menjadi gaya hidup dan membudaya di kalangan generasi masa kini. Bahkan dalam dua tahun belakangan, ragam lomba lari selalu mendapat sambutan yang hangat dari para pelari baik yang profesional mau pun penggembira lari. Yang biasanya mengisi akhir pekan dengan jalan pagi, mulai ikut color run, lalu beranjak ke lomba yang lebih serius dengan mengambil jarak pendek. Ketika tantangannya mulai dirasa kurang, ada yang mulai menjajal trail run atau lari lintas alam. Sehingga bukan kejutan lagi kala mendapati seorang kawan yang sedang jatuh cinta pada trek lari dan bermukin di Australia rela pulang pergi Sydney - Jakarta HANYA untuk mengisi akhir pekan dengan mengikuti berbagai ajang lari di tanah air.

Berlari melintasi kawasan urban, perkebunan teh, bebukitan yang hijau pun sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Namun pernahkah terbayang, berlari di antara menhir-menhir yang menjulang tinggi di kiri kanan jalan, menyusuri persawahan, melintasi perkampungan adat yang berusia ratusan tahun, menyapa jejeran makam kuno dengan selaksa kisah yang terekam di dinding-dinding gua yang membisu sembari menghirup hawa pegunungan dan menyapa gemericik air sungai di sela deru napas?

[caption caption="PressCon Toraja Marathon 2016 (dok. koleksi pribadi)"][/caption]

Toraja, ketika kata ini mengemuka maka lebih sering terbayang adalah upacara adatnya yang berlangsung berhari-hari dengan ragam sajian tata upacara yang hanya bisa dijumpai pada masa tertentu sepanjang tahun berjalan. Serta destinasi wisata pemakaman dari masa lampau yang masih terpelihara dan dapat dinikmati oleh wisatawan sebagai ajang uji nyali.

Berangkat dari sebuah ide untuk kembali mengangkat dan lebih mengenalkan alam dan budaya Toraja serta mengembangkan potensi wisata yang ada, sekelompok generasi muda Toraja terpanggil untuk mengemas potensi wisata daerahnya lewat kegiatan Toraja Marathon 2016.

Lewat press realease-nya pada Selasa (13/03/16) lalu, panitia Toraja Marathon memaparkan bahwa Toraja Marathon adalah panggilan bagi mereka pemuda pemudi Toraja, untuk menampilkan (kembali) Toraja bukan saja sebagai daerah wisata unggulan tapi juga sebagai daerah panutan Indonesia yang mampu mengapresiasi alamnya melalui kegiatan olah raga maupun kegiatan positif lainnya yang bersentuhan langsung dengan alam. Toraja yang memiliki potensi alam unggul didukung dengan lingkungan sosial yang kondusif, menjadikannya lokasi strategis untuk penyelenggaraan event olahraga lari berkelas, juga berpotensi untuk menjadi salah satu destinasi Sport Tourism terbaik di Indonesia.

Lebih lanjut panitia juga mengatakan Toraja Marathon merupakan kegiatan olah raga tahunan pertama yang akan memetakan Toraja di agenda olah raga lari Indonesia dan suatu saat, dunia. Untuk perhelatan yang akan berlangsung pada Sabtu, 13 Agustus 2016 mendatang ini, panitia Toraja Marathon 2016 bekerja sama dengan Exotica Toraja sebagai Event Organizer dan Running Explorer sebagai Race Organizer. Kegiatan ini akan berlangsung di 2 (dua) kabupaten sebagai tempat penyelenggaraan yaitu Tana Toraja dan Toraja Utara. Pihak panitia menargetkan 1000 pelari akan bergabung di Toraja Marathon 2016 yang terdiri dari masyarakat umum, pelari nasional maupun mancanegara dengan memilih kategori lomba 5K, 10K, 24K (half marathon) dan 42K (full marathon).

[caption caption="Jangan lewatkan Toraja Marathon 2016, 13 Agustus 2016 (dok. panitia Toraja Marathon)"]

[/caption]

Hadir pada acara konferensi pers yang berlangsung di FX Sudirman Jakarta tersebut Markus Nari, Anggota DPR RI Komisi V Dapil Sulsel III (a.l Tana Toraja – Toraja Utara), Edward Tanari, Pengurus PMTI (Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia), Sakti Parantean, Ketua Pelaksana Toraja Marathon 2016, Nefo Ginting, Running Explorer (Race Organizer) dan Rico Pribadi, Komunitas pelari (Indo Runners, Run for Indonesia, Sembur).

Budaya yang unik, alam asri yang dilingkupi sawah dan bebatuan granit, barisan bebukitan dengan lembah dan gemericik sungainya yang mengalirkan aroma magis yang selalu dirindukan para pejalan adalah napas Toraja. Bagaimana dengan para pelari? Tidakkah mendamba aroma yang sama untuk dijajaki dengan tapak-tapak kaki berlari mengikuti ritme keindahan budaya peninggalan leluhur Toraja?

Pendaftaran peserta lari telah dibuka pada Minggu, 20 Maret 2016. Segera daftarkan diri Anda, jadilah bagian dari Tomb Runners di ajang Toraja Marathon 2016 melalui website www.torajamarathon.com. Untuk membantu peserta yang berasal dari luar Toraja, penyelenggara kegiatan juga menyiapkan paket perjalanan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan melalui website tersebut., saleum [oli3ve].

 

VIDEO PILIHAN