Mohon tunggu...
Oktavia Purnama Dewi
Oktavia Purnama Dewi Mohon Tunggu... Guru - Guru

Its Me

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Kulacino Anindita

21 September 2022   13:45 Diperbarui: 21 September 2022   13:51 322
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

            "Papaku An, dia memaksaku untuk melayaninya", suara Dara bergetar. Kemudian melepas pelukannya. Matanya nanar dan merah.

            "Astagfirullah" , Anindhita tercekat.

            "Dia iblis menjelma manusia". Tegas Dara.

            "Kak Dara melawan?" tanya Anin pelan.

            Dara mengangguk. "Aku cakar wajahnya".

            "Lalu???"

            "Lalu dia kesakitan, dan aku lari".

Anindhita melihat jemari  Dara yang memang dibiarkan kukunya panjang. Ia tak ingin lagi bertanya, takut dan bingung solusi apa yang bisa ia tawarkan untuk sahabatnya.

            "Dia bukan Papaku, An. Papaku sudah meninggal. Karena sejak Mama menikah lagi, aku kurang suka, dan aku sering bersikap kasar.  Barangkali itu yang membuat iblis itu melampiaskan kekesalannya atas sikapku". Dara menarik napas berat.

Anindhita semakin membisu. Suasana tak mampu menghadirkan akur dan lega, terasa berat dan tak mampu menolak untuk meredam luka.

Menangislah dan tenang setelahnya, Kak...

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun