Politik

Sandiaga Uno Sindir Jokowi Karena Tak Segera Umumkan Cawapres

12 Juli 2018   16:28 Diperbarui: 12 Juli 2018   16:29 470 0 1

Hingga saat ini, Presiden Joko Widodo dipastikan akan maju kembali dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Meski demikian, Presiden Jokowi memang belum mengumumkan siapa calon wakil presidennya.

Menurut Presiden, pengumuman itu akan menunggi momentum yang tepat. Meski saat ini sejumlah nama tokoh sudah di tangan dan menjadi kandidat Cawapres. Hal itu ternyata memancing komentar negatif dari pihak oposisi.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno yang menyindir 'toko sebelah' yang belum kunjung mengumumkan bakal calon wakil presiden meski jadi petahana.

Sandi mengatakan meski Gerindra belum memastikan pendamping Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, tapi mereka sudah mengumumkan jajaran nama yang berpotensi.

Menurut Sandi, kubunya tidak seperti calonnya yang menyembunyikan cawapresnya. Dia menyebutkan terdapat beberapa kandidat nama Cawapres dari Prabowo Subiyanto, diantaranya, AHY, Anies Baswedan, 9 nama dari PKS dan 4 nama dari PAN.

Pernyataan Sandi di atas sungguh lucu. Hal itu menunjukkan sikapnya yang kekanak-kanakan karena merujuk lawannya tak kunjung menyebutkan nama Cawapresnya.

Bisa jadi adanya pernyataan itu karena kepanikan kubunya yang kesulitan menebak taktik dari pihak Jokowi yang memang masih menyimpan nama Cawapresnya.

Karena kesulitan menebak taktik itu, sehingga Sandi dan partainya sulit memprediksi langkah politik ke depannya. Makanya dia menyindir kubu Presiden Jokowi dengan alasan Cawapresnya.

Di sisi lain, posisi Presiden Jokowi pun juga masih sama dengan Prabowo. Yakni, sama-sama belum mengumumkan Cawapresnya.

Meski sudah ada nama, sebagaimana disebutkan oleh Sandi, Prabowo juga tak kunjung berani mengumumkan nama Cawapresnya juga. Jadi dengan begitu, pernyataan Sandi di atas seperti 'menepuk air, kena muka sendiri'. Apa yang disampaikannya ternyata adalah cermin dari kubunya sendiri.

Prabowo dan Gerindra pasti tidak percaya diri dan takut kalah dengan saingannya, sehingga mengeluarkan pernyataan lucu sebagaimana disebutkan oleh Sandiaga Uno di atas.

Kita harus mahfum bahwa pengumuman Cawapres adalah hak preogatif Capres dan partai pendukungnya. Bukan urusan oposisi apalagi wakil gubernur DKI Jakarta.

Kita bisa menilai kepanikan sedang melanda Sandiaga dan partainya. Mereka kesulitan menerka taktik petahana, sekaligus sulit menentukan langkah sendiri. Di sisi lain kubunya juga tak percaya diri menentukan langkah duluan. Itulah dilema Sandiaga, Prabowo, Gerindra dan para partai pendukungnya.