Mohon tunggu...
Fauji Yamin
Fauji Yamin Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Tak Hobi Nulis Berat-Berat

Institut Tinta Manuru (faujiyamin16@gmail.com)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Keringat Enam Ribu Rupiah

4 Januari 2023   15:27 Diperbarui: 4 Januari 2023   15:35 267
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Para-para; tempat pengolahan buah kelapa menjadi Kopra (dokumentasi pribadi)

Sudah dua kali panen dilalui. Buah kelapa terbiarkan sudah enam bulan. Para-para; tempat pengasapan daging kopra, seperti kehilangan asap. Tak banyak yang menyala atau di api berbara karena gairah produksi buah kelapa menjadi kopra hitam.

Di penghujung sisa tahun 2022 hingga memasuki tahun 2023. Warga membiarkan buah kelapa yang dipanjat begitu saja. Di samping para-para hingga muncul tunas. 

Warga enggan mengolah karena harga yang cenderung rendah. Sekalipun diolah, tetap rugi. Biaya operasional terlalu tinggi hingga ke timbangan pedagang pengumpul.

Pemasukan tak mengimbangi pengeluaran. Begitu tutur seorang warga. 

"Kalaupun dipaksakan diolah bisa saja. Hanya kalau dihitung-hitung dari pemanjatan hingga keluar kebun, tetaplah rugi.," 

Harga enam ribu rupiah tentu tak rendah namun pula tak tinggi. Apalagi  sebelumnya menyentuh angka sembilan ribu rupiah. Tentu gairah memproduksi harus ditahan. Minimal untuk tiga kali panen agar kelapa terkumpul banyak dan kuantitas produksi di atas satu ton.

Saya paham betul kalau sudah begini. Jika harga jatuh, berjamaah lah warga tidak memproduksi. Kecuali sangat mendesak karena kebutuhan ekonomi.

Di desa saya, pohon kelapa tak banyak. Hasilnya pun bisa dihitung. Rata-rata sekali panen yang diolah hanya mencapai 600 Kg. Sehingga untuk menambah kuantitas bakal dilakukan pengumpulan hingga panen kedua atau ketiga.

Buah kelapa yang di kumpul (dokpri)
Buah kelapa yang di kumpul (dokpri)

Di mana masa panen per-periode pengumpulan ialah tiga bulan. Maka pada bulan keenam atau bulan kesembilan barulah dilakukan produksi. Itupun jika harganya memuaskan. Jika tidak, buah kelapa berakhir di panci pengolahan minyak kelapa kampung atau dikirim ke kota untuk hajatan dll.

Kelapa hanyalah salah satu sumber pendapatan selain dari pala, cengkih dan kenari. Sehingga  lahan kebun yang mayoritas tak mencapai satu hektar ditanami semua jenis komoditi perkebunan tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun