Mohon tunggu...
Ojak Simamora
Ojak Simamora Mohon Tunggu... Alumni STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang, senior GMKI

Pemerhati Humbang Hasundutan

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Analisis Politik Humbang Hasundutan 2020

24 Juni 2020   16:11 Diperbarui: 25 Juni 2020   11:41 48 4 0 Mohon Tunggu...

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 membuat sebagian Partai Politik (Parpol) sibuk dengan kegiatan organisasi. Proses rekruitmen dan seleksi Calon Kepala Daerah menjadi kegiatan prioritas di Tahun ini. Sebagian Parpol Fokus melakukan survey internal, mencari  kandidat yang berpeluang menang di Daerah yang ikut serta pada Pilkada serentak kali ini.

Sementara, bebera elit partai politik kembali muncul di Humbang Hasundutan, salah satu Kapubaten muda di Provinsi Sumatera Utara. Sebagian di antaranya berasal dari mantan birokrat, ada juga dari kalangan Pengusaha. Wajah-wajah lama masih didambakan masing-masing pendukung, berharap jagoannya bisa memenangkan Pilkada yang ke 4 sejak Kabupaten ini terbentuk Tahun 2003. Munculnya wajah baru juga membawa angin baik bagi sebagian masyarakat, berharap Humbang Hasundutan (Humbahas) bisa berkembang dibawah Pemerintahan mereka.

Sedangkan Petahana, yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati, kemungkinan besar ikut pada kontestasi Pilkada Tahun ini. Para pendukung petahana semakin giat menyampaikan keberhasilan jagoan yang telah menjabat selama kurang dari 5 Tahun. Para pendukung mengajak masyarakat ikut serta mendoakan dan mendukung kembali petahana, agar bisa melanjutkan Pembangunan untuk 5 Tahun lagi.

Melihat informasi yang beredar, Petahana yaitu Dosmar Banjarnahor,SE kemungkinan akan kembali memimpin Humbahas, jika tidak ada Calon yang bisa mengungguli, paling tidak hampir sama dengan petahana. 

Sebagai pertimbangan, pada Pilkada 2015, Dosmar Banjarnahor, SE berpasangan dengan Saut Parlindungan Simamora, bisa meraup sebanyak 30.311 suara atau 31,50 % dari suara yang masuk. Pilkada yang diikuti 5 pasangan calon membawa keberuntungan untuk pasangan Dosmar-Saut. 

Berbeda dengan DKI Jakarta, apabila tidak mencapai lebih dari 50 % dari suara yang masuk, maka akan diadakan pemungutan suara putaran ke dua. Jika hal ini berlaku di Humbahas, maka Dosmar-Saut kemungkinan tidak memenangkan putaran ke dua, mengingat elektabilitas dari pasangan calon yang baru muncul.

Informasi yang beredar juga menyampaikan bahwa di Pilkada 2020 Dosmar Banjar Nahor berpisah dengan wakilnya Saut Parlindungan Simamora. Artinya, kemungkinan perolehan suara Dosmar bisa berpengaruh lebih kecil tanpa keterlibatan Saut. Namun, tidak menutup kemungkinan dukungan lebih banyak jika Dosmar memilih pasangan yang dicintai rakyat.

Wajah lama yang kemungkinan kembali maju adalah Ir.Harry Marbun,M.Sc, pada Pilkada Humbahas 2015, Ir.Harry Marbun,M.Sc berpasangan dengan Momento Nixon M Sihombing,SE meraup sebanyak 11.262 suara atau 11.70 % dari suara yang masuk. Namun, kemungkinan besar akan berpisah dengan pasangan sebelumnya. Harry lebih memilih Tagor Manullang sebagai pendampingnya merebut hati rakyat untuk Pilkada Tahun ini.

Wajah yang baru stok lama yang muncul kembali adalah Baginda Polin Lumban Gaol,SH,MH, Baginda pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat. Pada Pilkada 2005 Baginda pernah ikut bertarung dan memperoleh suara terbanyak kedua. Sedangkan para Cabup dan Cawabup Humbahas 2015 seperti; Drs.Marganti Manullang, Drs.Ramses Purba, St.Rimso Maruli Sinaga,SH,MH, Ir.S.Derincen Hasugian, Palbet Siboro,SE, dan Hendri Sihombing,Amd belum menyampaikan kabar pencalonan pada Pilkada 2020.

Terkait dengan dukungan Parpol, pada Tahun 2019 Humbahas memiliki Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 129.415. Jumlah anggota legilatif di DPRD Humbahas sebanyak 25 kursi. 

Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP):7 kursi, Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA): 2 kursi, Partai Golongan Karya (GOLKAR): 5 kursi, Partai Nasional Demokrat (NASDEM): 3 kursi, Partai Indonesia Raya (PERINDO): 2 Kursi, Partai Solidaritas Indonesia (PSI): 1 kursi, Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA): 4 kursi dan Partai Demokrat: 1 kursi.

Mengacu pada  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Udang-Undang Nomor 1 Tahun 2015, Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Udang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati Dan Walikota Menjadi Undang-Undang, pasal  40 ayat 1: 

"Partai Politik atau gabungan Partai Politik dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau 25% (dua puluh lima persen) dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota Dewan Perwakilan Daerah di daerah yang bersangkutan". 

Memberikan peluang untuk Humbahas sebanyak 4 Pasangan Cabup dan Cawabup, PDIP punya 7 Kursi bisa mengusulkan satu pasangan calon, Golkar yang punya 5 kursi juga bisa mengusulkan satu pasangan calon, selebihnya masih ada 13 kursi dari partai lain, artinya masih bisa membentuk koalisi untuk 2 pasangan calon.

Menurut analisa saya, dari perspektif dukungan Partai,  jika PDIP koalisi dengan GOLKAR maka kemungkinan besar mereka akan unggul. Karena elektabilitas Bakal Calon PDIP yang merupakan petahana sudah lumayan baik dimata masyarakat, ditambah lagi  bakal calon Wabup dari Golkar yang punya 5 Kursi di DPRD akan mampu mendongkrak elektabilitas pasangan calon, tentu jika mesin partai dimanfaatkan dengan baik.  Namun, kebijakan dari masing-masing partai belum mengacu pembentukan koalisi. Sepertinya PDIP dan GOLKAR akan membentuk koalisi yang berbeda.

Jika PDIP mendukung 1 Pasang Calon, tanpa membangun koalasi dengan Partai lain, kemungkin kecil dapat memenangkan Pilkada Tahun ini. Sama halnya dengan Partai Golkar, tanpa adanya koalisi partai akan mempersulit gerak mencari dukungan dari masyarakat. Kalaupun sebenarnya masing-masing partai ini, bisa mendukung satu pasangan calon.

Sosok Baginda Polin Lumban Gaol,SH,MH, aktor lama dikancah politik Humbahas, membawa harapan baru buat sebagian warga Humbahas, masyarakat menilai keberhasilan sebagai Kejati bisa menjadi pondasi yang kuat untuk memimpin Humbahas. 

Baginda telah didukung oleh dua partai, GERINDRA dan PSI, namun secara dukungan partai belum cukup syarat sebagai pencalonan, karena baru 3 kursi, sehingga butuh dukungan 1 partai lagi, minimal punya 2 kursi di DPRD. 

Tapi melihat lobby dari Baginda Polin, dengan mudahnya mendapat dukungan dari partai, tidak menutup kemungkinan, GERINDA, PSI, PERINDO, NASDEM, DEMOKRAT, dan HANURA membentuk 1 koalisi, jika demikian Koalisi ini akan memenangkan Pilkada Humbahas 2020.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x