Cerpen

Cerita Mentari

12 Februari 2019   22:55 Diperbarui: 12 Februari 2019   23:00 12 0 0

Pukul 03.00 tepatnya aku terbangun dari tidur lelapku. Teringat ini adalah pagi hari yang ku tunggu-tunggu. Bersyukur sekali karena pagi itu aku diberi kesempatan bisa menikmati hari spesial bersamamu. Tak lupa aku bersujud kepada Sang Pencipta yang telah memberikan nikmat yang tak terhingga kepadaku. Namamu selalu ku sebut didalam doa. Alloh Swt telah memberikan kebahagian kepada kita dengan sebuah pertemuan.Betapa bahagianya kita, terpisah oleh jarak dan waktu. Dimana jarak adalah sebagai rindu yang mempertalikan kesabaran kita, bukan ego yang memisahkan kepercayaan. Aku sambut pagi itu penuh dengan semangat.

Aku bergegas menjemputmu, disepanjang perjalanan aku terbayang terakhir kita bertemu betapa sedihnya kita, saatku turun dari gerbong kereta yang mengantarkanmu pergi ketempat dimana merintis cita-cita. Dan pagi hari ini aku sangat bersyukur sekali kita bisa bertemu lagi, tak bisa diungkapkan betapa bahagianya. Sesampai di stasiun aku melihatmu dengan senyumanmu yang manis mengarah kepandanganku dan dalam hati kecil berkata"Ya Alloh Terima Kasih Atas Segala Nikmatmu" betapa bahagianya diriku. Hingga pada hari yang singkat itu aku belajar dari sebuah pertemuan yang singkat namun begitu berarti.

Hingga pada akhirnya kamu kembali ketempatmu menimba ilmu dan kamu berikan selembar kertas tertulis "Aku Sayang Kamu" yang membuatku tak kuasa menahan air mata. Terima kasih atas waktu yang telah kamu luangkan untuk bertemu denganku. Dan ingatlah disini aku slalu menunggumu.