Mohon tunggu...
Oase Kirana
Oase Kirana Mohon Tunggu... Penulis - Pewarta Budaya Nusantara

πŸŽΌπŸ’ƒπŸŽ­πŸ“šβ˜• https://linktr.ee/oakirbin

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Indahnya Kemajemukan dalam Budaya Indonesia

24 Februari 2021   19:16 Diperbarui: 16 Mei 2021   02:35 291 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Indahnya Kemajemukan dalam Budaya Indonesia
Patung Raksasa Dewi Kwan Im di Klenteng Sanggar Agung, Surabaya. (Sumber: Dok. Pribadi)

Indonesia. Betapa beruntungnya kita tinggal di negara yang sangat kaya ini.Alamnya yang sangat indah bersatu padu dengan beragamnya budaya dan agama yang dimiliki. Sayangnya, banyak perbedaan di dalam negeri ini malah sering memicu terjadinya konflik. Padahal jika kita renungi secara mendalam, banyak hal yang harusnya membuat kita #MeyakiniMenghargaidamai dalam perbedaan. Berdasarkan data, banyak cerita tentang kemajemukan Indonesia yang perlu kita ambil pelajarannya untuk menghindari perpecahan.

Klenteng Sanggar Agung di Surabaya dengan arsitektur yang menyerupai Pura Bali (Sumber: Dok. Pribadi)
Klenteng Sanggar Agung di Surabaya dengan arsitektur yang menyerupai Pura Bali (Sumber: Dok. Pribadi)

Kita sebagai bangsa Indonesia yang majemuk,memiliki Pancasila sebagai pedoman untuk menerapkan isinya dalam kehidupan sehari-hari. Sesuai silanya yang ketiga yaitu Persatuan Indonesia, kita diwajibkan untuk menjaga keutuhan bangsa berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika ini bermakna 'Berbeda-beda tetapi tetap satu'.

Klenteng Sanggar Agung di Surabaya (Sumber: Dok. Pribadi)
Klenteng Sanggar Agung di Surabaya (Sumber: Dok. Pribadi)

Berdasarkan sejarah budaya, negeri kita tercinta ini sudah memperlihatkan betapa harmonisnya bangsa kita dalam perbedaan. Dulu, saat bangsa Indonesia masih bermayoritas pemeluk agama Hindu Buddha, kehidupan masyarakatnya dapat saling menghargai dalam perbedaan, mereka mampu hidup berdampingan. Di Jawa, ada cerita toleransi di balik pembangunan Candi Plaosan,tentang Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani yang dapat menyatukan dua kerajaan walau mereka dalam perbedaan keyakinan, Hindu dan Buddha. Pun di daerah Bali, tentang cerita rakyat "Ratu Ayu Mas Subandar", ada kisah Kang Cing Wei dan Sri Aji Jayapangus yang menyatukan orang Tionghoa beragama Buddha dengan orang Bali beragama Hindu. Masih banyak kisah lainnya kalau kita selami lebih dalam tentang kehidupan masyarakat Indonesia selama ini.

Klenteng Sanggar Agung di Surabaya dengan arsitektur ornamen Bali (Sumber: Dok. Pribadi)
Klenteng Sanggar Agung di Surabaya dengan arsitektur ornamen Bali (Sumber: Dok. Pribadi)

Jika bicara agama, saat ini memang mayoritas bangsa kita pemeluk agama Islam. Namun siapapun harus sadar bahwa leluhur kita dulu memiliki banyak agama nusantara. Ya, kepercayaan nenek moyang kita memang sangat lekat dengan animisme dan dinamisme. Lagi-lagi, berdasarkan data, keyakinan yang dianut bangsa Indonesia di tiap daerah sangat banyak. Kejawen, Sunda Wiwitan, Parmalim, Kaharingan, dan lainnya.Β 

Walaupun sekarang penganutnya tinggal minoritas, keyakinan tersebut merupakan warisan dari leluhur yang patut kita #MeyakiniMenghargaiuntuk diketahui.Kehidupan bangsa kita di zaman dahulu memang lekat dengan hal klenik, namun bukan berarti hal tersebut membuat kita jauh dari peninggalan nenek moyang. Tradisi leluhur tetap harus kita jaga di era modern ini, tugas kita harus bersikap bijak dalam mengatasi pro kontra budaya kita di masa lampau yang bertentangan dengan keyakinan masyarakat saat ini.

Stupa Maha Brahma di Klenteng Sanggar Agung, Surabaya. (Sumber: Dok. Pribadi)
Stupa Maha Brahma di Klenteng Sanggar Agung, Surabaya. (Sumber: Dok. Pribadi)

Jadi, untuk apa meributkan perbedaan? Keragaman yang ada di Indonesia adalah anugerah yang Tuhan berikan, ada cinta di dalamnya, betapa indahnya perbedaan. Kita berbeda namun bisa bersama, kita bersama dalam perbedaan.Kekerabatan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke pun menunjukkan bahwa segala keragaman di dalamnya saling terkait tak terpisahkan.Β 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan