Mohon tunggu...
Erny Kusuma
Erny Kusuma Mohon Tunggu... Wiraswasta - Suka kuliner dan jalan-jalan, kemudian diurai dalam sebuah artikel.

Penikmat indahnya wisata alam Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Menikmati Alam Gunung Kelud yang Eksotik

21 Desember 2019   22:56 Diperbarui: 21 Desember 2019   23:40 25
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Papan penunjuk Jalan Misteri (dokpri)

Pernah berkunjung ke Gunung Kelud? Wisata alam Gunung Kelud adalah impianku. Meski lokasinya tak begitu jauh dari kotaku Malang, tapi kesempatan belum berpihak padaku. Nah belum lama ini, impianku menjejak langkah ke gunung bertinggi 1700-an mdpl terkabul.

Gunung Kelud berada di perbatasan tiga kabupaten yakni Malang, Blitar dan Kediri. Namun umumnya untuk menuju Gunung Kelud pengunjung melalui pintu Kediri tepatnya di Desa Ngancar. HTM nya berbayar 10 ribu saja. Terjangkau banget kan?

Namun dari lokasi loket yang ada di pintu  gerbang,  aku dan rombongan harus menempuh jalan menanjak. Melewati hutan hijau yang membuat pandangan jadi adem. Sampai dititik jalan berjuluk "Jalan Misteri" kami berhenti.

Jalan Mlsteri (dokpri)
Jalan Mlsteri (dokpri)
Jalan Misteri ditandai dengan cat putih melintang sepanjang 30 meter. Di lokasi ini konon meski mobil dalam posisi nol atau netral, bisa lho jalan sendiri. Jadi kami ingin membuktikan, ternyata bukan isapan jempol! Bener mobil yang kami tumpangi bergerak sendiri meski perseneling di titik nol.

Hmm...aneh kan? Ada yang menyebut karena gaya gravitasi, tapi ada pula yang bilang ada aura mistis nya. Believe it or not yaa...Wallahu alam...

Dari Jalan Misteri menuju ke basecamp atau tempat parkir, masih menempuh jarak kurang lebih 3 km. Parkir wisata alam Gunung Kelud lumayan luas. Di sekitarnya terdapat warung-warung yang menyediakan menu makanan. Yang terkenal adalah menu pecel dengan sambal Tumpang. Yakni sambal berbahan tempe masam (tempe kemarin) dicampur dengan cabe dan lainnya. Rasanya bagi yang suka ya nikmat pastinya.

Banyak juga penjual buah Nanas kupas siap santap. Rasanya manis sekali. Gak heran karena namanya juga Nanas Madu ya? Hasil tanaman para petani lokal. Satu kantong nanas siap santap berharga 5 ribu. Sedangkan yang untuk oleh-oleh, satu ikat isi 3-4 buah nanas berkulit harga 10 ribu.

Usai mencicipi kuliner pecel Tumpang dan buah Nanas, kami menuju pangkalan ojek. Kok naik ojek? Yes kami menuju puncak Gunung Kelud menggunakan jasa ojek berbayar 50K PP. Kami memilih ojek  karena mobil tudak bisa naik karena jalan sempit dan ekstrim. Juga mikir dong untuk jalan sejauh 10 km dengan kondisi jalan menanjak dan meliuk. Itung-itung buat berbagi pada tukang ojek juga sih, hehe ...

Sepanjang jalan menuju puncak Kelud, kami disuguhi view yang luar biasa. Dari kejauhan terlihat puncak lancip yang menjulang. Oya  Gunung Kelud memiliki beberapa puncak lho antara lain Puncak Sumbing dan Puncak Gajah Mungkur.

View keren (dokpri)
View keren (dokpri)
Setelah melalui jalan cor-coran meliuk, hingga jalan berpasir dan berkerikil juga lewat jalan berlorong, tibalah di pangkalan ojek terakhir. Kami turun dan mulai berjalan kaki beberapa meter menanjak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun