Mohon tunggu...
Nuke Patrianagara
Nuke Patrianagara Mohon Tunggu... Freelancer - cerah, ceria, cetar membahana

rasa optimis adalah kunci

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Bu Susi, Sang Penjaga Laut Nusantara

15 Mei 2019   21:54 Diperbarui: 15 Mei 2019   22:19 53
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pidato Menteri Koordinator Maritim Republik Indonesia Luhut B. Pandjaitan pada Informational Breakfast Meeting on Combating Marine Plastic Debris saat KTT Kelautan berlangsung, 30 Oktober 2018 di Nusa Dua Convention Center.

Sangat penting bagi kami untuk memperoleh dukungan dan sinergi berbagai kerja sama, terutama dalam pengelolaan sampah di laut yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah RI.(30 Okt 2018, maritim.go.id)

Begitu semangatnya Menteri koordinator Maritim memerangi sampah plastik di laut, tapi di lain pihak kran impor untuk plastik masih dibuka, begitu kontradiksinya kebijakan ini, menjaga LAUT NUSANTARA adalah tanggung jawab semua pihak, butuh sinergi setiap lapisan.

Kalau masih mengedepankan kepentingannya masing --masing, sulit menggapai target laut kita  bebas sampah plastik.  Semua pemegang kepentingan harus duduk bersama. China sebagai urutan pertama penyumbang sampah plastik mampu menerapkan stop impor plastik, begitupun Malaysia dan Thailand seharusnya Indonesia mampu berbuat yang sama.

Cukup sudah muatan-muatan sampah plastik yang bertebaran di sungai, laut, danau  diunggah ke media. Mari kita singsingkan lengan baju mencegah pencemaran lebih luas dengan mengubah gaya hidup sehat, saat belanja kita bawa sendiri kantong belanjanya, tidak memakai produk-produk plastik yang tidak ramah lingkungan, tidak memakai sedotan plastik, mulai memilah sampah organik dan non organik bahkan di beberapa tempat sudah hadir bank sampah.

Beberapa berita miris tentang laut kita, masih ada angin segar yaitu ikan tuna asal Indonesia merajai dunia, sebagai komoditas unggulan, ini pencapain yang sangat menggembirakan, kita tidak kalah dengan negara lain, dan kita mampu mencapai itu, semoga diikuti oleh komoditas lainnya dalam segala sektor.

Sesi tanya jawab dibuka, diawali dan diakhiri oleh tiga penanya karena Azan Magrib segera berkumandang sebagai penanda waktu untuk buka puasa, saya mengawali sesi ini dengan pertanyaan, menurut teman sebangku Ibu saat SMA di Yogya yaitu Ibu Dwikorita (Kepala BMKG) bahwa Bu Susi adalah pembaca buku kelas berat, pertanyaan saya, adakah buku yang pernah Ibu baca di masa lalu dan saat sekarang ibu menjabat sebagi menteri,buku tersebut bagai menceritakan jabatan ibu saat ini.

Jawaban Bu Susi menceritakan buku apa yang beliau baca, saat SD baca Bobo, Kawanku, Kuncung, saat SMP baca Kho Ping Kho, Hemingway, saat SMA membaca Adam Smith, Tolstoy dan masih banyak lagi yang lainnya. Luar biasa bacaan Bu Susi, saya malah beberapa tidak kenal penulis yang disebutkan beliau.

Menurut Bu Susi saat ini waktu membaca buku sudah sulit, sibuk bermain dengan cucu dan jabatan menteri yang menyita waktu, tetapi dia menyimpan 300an artikel di dalam gawainya yang dibaca saat dalam perjalanan baik di mobil maupun dalam pesawat. Perlu dicamkan, membaca itu penting.

dokpri
dokpri
Penanya kedua seorang mahasiswa dari Universitas Bina Nusantara membahas tentang pelestarian terumbu karang di daerah Pulau Pari kepulauan Seribu yang dia gagas, tapi sedikit pesimis dengan pencemaran yang terjadi dan bisa merusak terumbu karang. Menurut  Bu Susi jangan berhenti berbuat baik untuk kebaikan laut kita.

Bapak Ayung  sebagai penanya terakhir, pertanyaan pertamanya apakah komoditas laut Indonesia bisa menjadi penyumbang no 1 dalam APBN, dan pertanyaan keduanya apakah Indonesia itu negara agraris atau maritim.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun