Mohon tunggu...
Mas Nuz
Mas Nuz Mohon Tunggu... Administrasi - Penulis biasa.

hamba Alloh yang berusaha hidup untuk mendapatkan ridhoNya. . T: @nuzululpunya | IG: @nuzulularifin

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Mengenal Situng KPU di PPS

4 Mei 2019   12:46 Diperbarui: 4 Mei 2019   12:52 1071
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gb. 1) Capture Situng Excel KPU di tingkat PPS. (dok pribadi)

Kembali pada situng excel KPU. Mengapa peranannya begitu penting?

Coba perhatikan gambar ke-1! 'Hanya' karena 1 suara (nilai indikator) saja. Jumlah suara sah dan tidak sah menjadi tidak valid. TPS 17 untuk situng "Presiden" masih "Belum OK". 

Bila suatu TPS tidak menggunakan situng excel KPU. Kesalahan mungkin baru ditemukan di tingkat PPK. Saat proses Pelno Terbuka Situng TPS dilakukan. Ini tentu akan memakan waktu. Sebab mencari kotak suara tersegel tidaklah mudah. Apalagi bila tumpukan ribuan kotak suara tidak tersusun rapi. 

Gb. 3) Capture kesalahan hitung pengguna hak pilih DPK perempuan. (dok. pribadi)
Gb. 3) Capture kesalahan hitung pengguna hak pilih DPK perempuan. (dok. pribadi)

Ternyata setelah ditelisik. Ada kesalahan hitung pada kolom pengguna hak pilih DPK (perempuan). 

Gb. 4) Dilakukan proses pembetulan. (dok. pribadi)
Gb. 4) Dilakukan proses pembetulan. (dok. pribadi)

Setelah dilakukan proses pembetulan. Mencocokkan dengan C1-Plano. Bila masih tidak cocok. Dilakukan dengan menghitung surat suara terpakai. 

Gb. 5) Hasil setelah dilakukan pembetulan. (dok. pribadi)
Gb. 5) Hasil setelah dilakukan pembetulan. (dok. pribadi)

Hasil valid. Setelah dilakukan proses pembetulan seperti pada gambar ke-4. Maka sangat mustahil, jika sampai ada ratusan suara (nilai indikator) yang tidak terdeteksi. Apalagi sampai diunggah di situs resmi miliki KPU.

Mencari Pemilik Suara

Gb. 6) Capture rekap DPRD Kab. yg tidak valid. (dok. pribadi)
Gb. 6) Capture rekap DPRD Kab. yg tidak valid. (dok. pribadi)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun