Nuty Laraswaty
Nuty Laraswaty lainnya

owner my own law firm,bravoglobalteam founder,trainer network marketing, trading, speaker in radio program( heartline fm - gaya fm) and multiply seminars,mc

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

"Smallfoot", Film Kartun Tontonan Semua Umur dengan Pesan yang baik

5 Oktober 2018   00:20 Diperbarui: 7 Oktober 2018   15:58 3075 6 3
"Smallfoot", Film Kartun Tontonan Semua Umur dengan Pesan yang baik
milik smallfoot/imdb.com

Bagi penggemar film kartun dan legenda urban Yeti , film Smallfoot dapat menjadi salah satu tontonan yang menarik untuk dinikmati oleh seluruh keluarga. Gambar yang menarik dan lagu-lagunya juga sangat menghibur hati.

Namun apakah hanya ini saja yang hendak diceritakan mengenai manusia berkaku besar atau bigfoot? Serta siapakah yang dimaksud dengan Smalfoot?

Apabila kita menonton trailer film ini, digambarkan kalau yang disebut sebagai Smallfoot adalah manusia. 

Sudut pandang film, diambil dari sudut pandang kaum Yeti atau juga dikenal sebagai Bigfoot. Penonton dibuat berada di posisi sebagai penduduk Bigfoot dengan segala suka dan duka mereka.

Mereka terikat dengan tradisi yang sangat kuat, dan tidak ada ruang bagi pertanyaan, karena pertanyaan ataupun rasa ingin tahu tidak akan memberikan manfaat. 

Dipimpin oleh ketua yang mengenakan jubah batu bergambar semua jawaban tak terbantahkan dari kehidupan yang mereka ketahui, maka tiada ruang bagi rasa penasaran dan eksplorasi kaum muda.

Jika ada pertanyaan dan rasa ingin tahu, ditahan saja, nanti akan hilang sendiri karena apapun yang diperlukan, jawabannya ada pada jubah batu tersebut.

Supaya tidak berkesan berat, maka aneka lagu dan tarian menarikpun diperlihatkan dalam film, membuat penonton usia muda pun terhibur. Beberapa dialog baik dalam lagu maupun dalam percakapan pun dibuat menarik.

Penonton juga akan dibukakan sudut pandangnya akan beberapa hal, antara lain rasa ingin tahu itu walaupun ditekan dan disimpan, pada waktunya pun akan muncul keluar dan membutuhkan suatu jawaban.

Jawaban tersebut akan memberikan pengetahuan mengenai  bigfoot sebagai kelompok yang semakin terpinggirkan, yang disebabkan  oleh karena kejahatan manusia.

Sedari awal, di film ini, manusia digambarkan sebagai kelompok yang kejam, tidak punya perasaan, dan hanya mau melakukan segala hal demi mencapai egoisme kepentingannya.

Pertanyaannya, apakah benar sudut pandang ini? Apakah segala sesuatu harus selalu dilihat dari sudut pandang hitam dan putih?

Di sini peranan orang tua untuk menjelaskan lebih kanjut kepada anak-anak atau remaja sangat diperlukan. Semakin alur cerita berjalan, semakin terlihat apa yang digambarkan belum tentu merupakan hal yang sebenarnya terjadi.

Penonton diajak untuk bersikap bijak, dan tentunya dengan tidak melewatkan adegan waktu bernyanyi, mentertawakan ulah konyol Bigfoot dan Smallfoot. 

Penontonpun setelah selesai menonton , harus mempersiapkan diri menjawab pertanyaan-pertanyaan cerdas dan ingin tahu dari anak-anak mereka.

Sungguh menyenangkan tentunya, ada sesuatu yang dapat dibahas bersama-sama sehabis menonton dengan seluruh keluarga. Orang dewasapun terbawa untuk merenungkan kembali, akan benar tidaknya tindakan mereka bagi anak-anaknya.

Apakah benar untuk melindungi atau hanya sekedar supaya tidak dilanjutkan lagi pembahasan akan pertanyaan-pertanyaan yang muncul? Dalam satu keutuhan film, Smallfoot seolah menyentil kita akan sudut pandang dan pemikiran kita.

Walaupun film ini mengandung muatan baik dan berat, namun bagi yang menginginkan tontonan santai dan menghibur, tetap dapat menikmati animasi dan nyanyian yang sangat menarik hati. Film smallfoot merupakan paket lengkap yang sangat direkomendasikan untuk ditinton seluruh keluarga .

Sinopsis

Migo adalah Yeti ramah yang dunianya terbalik ketika ia menemukan sesuatu yang ia tidak tahu ada - seorang manusia. Dia segera menghadapi pengucilan dari rumah bersalju ketika sisa penduduk desa menolak untuk mempercayai kisah fantasinya. Berharap untuk membuktikan mereka salah, Migo memulai perjalanan epik untuk menemukan makhluk misterius yang dapat mengembalikannya dengan kebaikan dengan kaumnya yang sederhana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2