Nuty Laraswaty
Nuty Laraswaty lainnya

owner my own law firm,bravoglobalteam founder,trainer network marketing, trading, speaker in radio program( heartline fm - gaya fm) and multiply seminars,mc

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

Film Wage, Menguak Pahlawan Indonesia yang Terlupakan

29 September 2017   09:00 Diperbarui: 30 September 2017   01:19 1074 0 0
Film Wage, Menguak Pahlawan Indonesia yang Terlupakan
foto milik OPSHID MEDIA UNTUK INDONESIA

"aku harus ikut berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini dengan lagu dan biolaku. Untuk itu, akupun harus terlibat langsung dalam pergerakan kemerdekaan bangsa ini " WAGE 



PEMBUKA

Saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, bulu kuduk saya selalu berdiri, terlebih jika dinyanyikan dengan orkestra yang lengkap. Oleh karena itu, saat peluncuran Film Wage dimulai, saya sangat berminat sekali mengikuti perkembangannya.

Sejak tahun 2016, Mendikbud telah berupaya mengingatkan rakyat Indonesia, akan keagungan lagu Indonesia Raya. Dimulai dengan alunan suara Shanna Shannon melalui  video berdurasi sekitar 2 menit ini yang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, diputar disemua bioskop diseluruh Indonesia. Dengan suatu harapan agar bisa mengajak para penonton untuk berdiri dan memberi hormat sebagai bentuk rasa cinta terhadap negara  INDONESIA

Namun tidak berjalan dengan baik.

Kemudian ada himbauan untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya lengkap 3 stanza saat upacara bendera.

Dari penelusuran saya, himbauan ini telah ditetapkan dengan  Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1958. Aturan ini diterbitkan pada masa pemerintahan Presiden Sukarno pada 26 Juni 1958. 

LIRIK LAGU

Berikut ini lirik lagu Indonesia Raya 3 stanza berdasarkan PP Nomor 44/1958:


Indonesia Raya

Stanza 1
Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku
Bangsaku, rakyatku, semuanya
Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya, merdeka merdeka
Tanahku, negeriku yang kucinta
Indonesia Raya, merdeka merdeka
Hiduplah Indonesia Raya


Stanza 2
Indonesia tanah yang mulia, tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berdiri, untuk selama-lamanya
Indonesia tanah pusaka, pusaka kita semuanya
Marilah kita mendoa Indonesia bahagia
Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya
Bangsanya, rakyatnya, semuanya
Sadarlah hatinya, sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya, merdeka merdeka
tanahku, negeriku yang kucinta
Indonesia Raya, merdeka merdeka
Hiduplah Indonesia Raya


Stanza 3
Indonesia tanah yang suci, tanah kita yang sakti
Di sanalah aku berdiri, menjaga ibu sejati
Indonesia tanah berseri, tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji, Indonesia abadi
Slamatkan rakyatnya, slamatkan puteranya
Pulaunya, lautnya, semuanya
Majulah negerinya, majulah pandunya untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya, merdeka merdeka
Tanahku, negeriku, yang kucinta
Indonesia Raya, merdeka merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Namun hingga tahun 2016, hanya dinyanyikan 1 stanza. Alasan tidak dinyanyikan stanza 2 dan stanza 3 , hingga kini masih dipertanyakan dan diperdebatkan. Padahal lirik stanza 2 dan stanza 3 berisi doa dan syukur bagi bangsa Indonesia.

PERSS RELEASE FILM WAGE

Dalam acara perss release 1 Film Wage di Grand Paragon 28 September 2017, para tamu undangan dengan diiringi oleh biola , juga diajak menyanyikan Stanza 2 dan stanza 3  , meskipun belum terbiasa namun semua bersemangat untuk menyanyikan. Berikut cuplikan videonya 

PENJELASAN PRODUSER & SUTRADARA JOHN DE RANTAU

Dalam acara ini, sineas John De Rantau menyampaikan kesadaran akan eksistensi Pahlawan Wage Rudolf Supratman di Indonesia, sangat tidak disadari oleh generasi milenial saat ini. Latar belakang, pemikiran, semangat dan kondisi saat itu, seolah terkubur dan informasi yang didapat dari google pun tidak akurat. Sayangnya buku literatur mengenai riwayat hidup Pahlawan Wage Rudolf Supratman pun, amatlah sedikit. 

Syuting film Wage dimulai secara diam-diam selama tiga bulan di lokasi kota tua Semarang, Jogyakarta, Magelang dan Solo.

Film Wage merupakan film bergenre noir , dengan hitam putih dari kaca mata penjajah Belanda pada masa itu. Bahwa pahlawan Wage Rudolf Supratman adalah seorang kriminal, lagu-lagu ciptaannya sangatlah berbahaya bagi kelangsungan pemerintah Hindia Belanda.

Pahlawan Wage Rudolf Supratman memang juga menciptakan lagu-lagu yang bermakna sangat dalam, seperti "Dari Barat sampai ke Timur" , "Indonesia Wahai Ibuku" , "Di Timur Matahari" dan "R.A.Kartini" sebagai simbol generasi baru yang melakukan revolusi intelektual (diplomasi) dan pada masa itu, mulailah bangkitnya syarikat-syarikat seperti Muhammadiyah, NU, Indische Partij dll 

Tak banyak juga diketahui oleh kita, bahwa pahlawan Wage Rudolf Supratman adalah seorang penulis dengan naskah tulisan yang ditakuti oleh pemerintah Hindia Belanda. Salah satu naskah tulisan berjudul Perawan Desa , sangat menyindir pemerintah Hindia Belanda . Adapun dua naskah lainnya ( Kaum Fanatik & Darah Muda) hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya. Tulisan-tulisan ini, yang menyebabkan pahlawan Wage Rudolf Supratman termasuk deretan penulis yang dikejar-kejar untuk dipenjarakan.


PENUTUP

Direncanakan pemutaran film Wage akan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan kabinet menteri-menterinya dalam gala preview khusus di Djakarta Theater XXI dan akan ditayangkan di bioskop serentak mulai Kamis, 9 November 2017 untuk menyambut Hari Pahlawan.


FILM WAGE

Produksi : OPSHID MEDIA UNTUK INDONESIA

Para pemain: Rendra, T. Rifnu Wikana, Prisia Nasution, Woulter Zweers, Putri Ayudya , Ricky Malau, Fery Sopyan, Pandoyo, Kedung de Romansa, Banon Gautama , Roy Santoso, Oim Ibrahim, Eky Lamoh, Eko Pertel, Peter van Luijk, Bra Makahekum, Koirul Ilyas Aryatama, Nio Soeprapto

Executive Produser : M.Subchi Azal Tsani

Co. Executive Produser : Sheika Amenia Basalama, Deny Nugroho, R. Ivan Nugroho , Rizki Hikmawan (Mewakili PT. OPSHID MEDIA UNTUK INDONESIA)

Produser : Andy Shafik

Co.Produser : R. Nio Soeprapto

Produser & Sutradara : John De Rantau

Skenario : Fredy Aryanto, Gunawan Bs

Director of Photography : Hani Pradigya

Penata Artistik : Frans X Paat

Penata Musik : Indra Q dan M. Subchi Azal Tsani

Penata Suara : Hadrianus Eko Sunu, M. Yusuf Paterani

Editor : Kusen Dony

Acting Coach : Azuzan

Penata Rias & Kostum : Tuti & Bambang

Film ini dipersembahkan untuk seluruh bangsa Indonesia dari barat dan hingga ke timur (dari sabang sampai merauke) BANGUNLAH JIWANYA DAN BANGUNLAH BADANNYA UNTUK INDONESIA RAYA