Mohon tunggu...
Nurwahida
Nurwahida Mohon Tunggu... Penyukai Tulisan

Mahasiswi Ekonomi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah Kelompok 22 UINSU

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Peran Ekonomi Islam di Masa Pandemi Covid-19

10 Agustus 2020   15:50 Diperbarui: 10 Agustus 2020   16:05 75 3 1 Mohon Tunggu...

Pandemi Covid-19 diindonesia telah berlangsung sekitar 4 bulan  lamanya. Virus ini diduga berawal dari kota wuhan, China pada akhir 2019 lalu. Virus Corona menjadi sumber risiko ketidakpastian baru, semua pihak mencoba mengestimasi dampaknya terhadap perekonomian, baik secara global maupun ke masing-masing negara termasuk Indonesia.

Karena anjuran pemerintah untuk stay at home dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sangat mengganggu distribusi dan penjualan perusahaan/UMKM. Sehingga perusahaan harus melakukan efisiensi dengan pengurangan tenaga kerja, pengurangan isi produk, hingga pengurangan varian isi produk.

Akibat efisiensi yang dilakukan perusahaan terdapat kurang lebih 375.165 pekerja formal di PHK dan 1.032.960 orang pekerja dirumahkan. Sementara itu ada 3.14.833 pekerja informal terdampak dari pandemi covid-19 ini.

Dan akan berpengaruh terhadap keadaan GDP Indonesia dan pendapatan rumah tangga secara umum.

Sistem Ekonomi dan Keuangan Syariah sebagai sistem yang sarat dengan nilai sekaligus merupakan petunjuk dari Sang Pencipta diyakini mampu mewujudkan kegiatan ekonomi yang produktif dalam kerangka keadilan. Untuk itu, masyarakat perlu diberi pemahaman yang benar tentang ekonomi dan keuangan syariah, diantaranya melalui pengadaan bantuan pendidikan ekonomi syariah untuk mahasiswa terkena dampak ekonomi dari wabah covid-19 ini.

Pemberian perizinan dan fasilitas bagi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta untuk menjalankan program-program Jarak Jauh (PJJ) yang menawarkan program ekonomi syariah dengan salah satu penekanan pada pembinaan akhlak, dan perluasan infrastruktur sambungan internet penunjang PJJ yang merata di seluruh Indonesia secara gratis.

Keberadaan organisasi masyarakat ekonomi syariah sebagai wadah yang bertujuan menjadi acuan dan diikuti sebagai teladan bagi usaha percepatan pengembangan dan penerapan sistem ekonomi serta etika bisnis islami di Indonesia dapat dilibatkan dalam upaya ini. Literasi  
ada beberapa Peran Eknomi Islam yang bisa diterapkan:

Pertama, penyaluran bantuan langsung tunai yang berasal dari zakat, infak dan sedekah, baik yang berasal dari unit-unit pengumpulan zakat maupun dari masyarakat. Khusus untuk zakat yang ditunaikan, penyalurannya dapat difokuskan kepada orang miskin yang terdampak covid-19 secara langsung sebagai salah satu yang berhak menerimanya (mustahik). 

Menjadikan masjid sebagai pusat baitul maal untuk masyarakat sekitarnya dan wajib didaftar sebagai Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) dibawah kordinasi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ). Di era pandemi covid-19 ini jamaah masjid tetap dapat digerakkan  dengan membayar zakat secara online.

 Literasi  terkait perhitungan zakat dapat dikuatkan dengan pendirian Zakat Centre di masjid kampus-kampus. Perlu menyerukan gerakan Solidarity Fund secara nasional atau media sosial resmi pemerintahan atau yang mewakilinya, dalam hal ini Badan Amil zakat Nasional (Baznas), dan wajib zakat  (muzakki) maka infak dan sedekah  sifatnya lebih fleksibel, karena hanya berasal dari satu pihak saja yaitu pembayar/pemberi infak atau sedekah, sehingga pengumpulan dan penyaluran dapat dilakukan lebih maksimal untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Penguatan wakaf uang baik dengan skema wakaf tunai, wakaf produktif maupun waaf linkek sukuk perlu ditingkatkan. Seperti yang diketahui, wakaf memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan infrastruktur pada berbagai macam fasilitas umum dan pemberdayaan ekonomi umat, dimana wakaf tunai adalah satu alternatif yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan kemiskinan di tengah masyarakat (khususnya bagi mereka yang terdampak covid-19), dengan adanya partisipasi aktif dari pihak non pemerintah (masyarakat), khususnya golongan kaya dan memiliki kemampuan untuk membantu meringankan penderitaan masyarakat miskin. 

Lembaga ini beroperasi dengan menggalang dana masyarakat (kaya) khususnya melalui dana wakaf tunai, untuk kemudian untuk dikelola dan hasil pengelolaan nya disalurkan untuk masyarakat miskin.

Bantuan modal usaha unggulan saat gratis. Ditengah-tengah krisis, tidak sedikit sektor usaha atau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berjuang agar tetap eksis. Usaha ini seringkali sulit bertahan karena keterbatasan permodalan. Keberadaan pengusaha mikro kecil dan menengah, khususnya pedagang di pasar tradisional merupakan wujud kehidupan Ekonomi sebagian besar rakyat Indonesia. Posisi ini telah menempatkan pedagang pasar tradisional sebagai hal utama yang harus mendapat perhatian, terutama dalam hal permodalan.

Proses pengembangan pedagang pasar tradisional adalah di manifestasi dari perkembangan ekonomi yang menjadi sangat penting. Upaya pengembangan dan penguatan potensi pedagang pasar tradisional sebagai kelompok ekonomi startegis harus berorientasi melalui Lembaga Keuangan Mikro (LKM) khususnya Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). 

Oleh karena itu, pemberian modal ini dapat dilakukan permodalan usaha yang dapat diikuti dengan pinjaman qardhul Hasan. Dalam terminologi ekonomi/keuangan syariah, Qardhul Hasan adalah pinjaman yang tidak mengambil manfaat (keuntungan) apapun namun tetap ditekankan.

VIDEO PILIHAN