Mohon tunggu...
Nuruz Zakiyatut Taqiyah
Nuruz Zakiyatut Taqiyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Jangan lupa berterima kasih kepada jiwa yang telah gagah menghadapi semua masalah. Jangan lupa berterima kasih kepada raga yang telah siaga menangani setiap peritiwa. Jangan lupa berterima kasih kepada sang pencipta yang maha Kuasa. -nuruzzkyt-

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Kesehatan Fisik, Mental, dan Sosial

23 Oktober 2021   11:30 Diperbarui: 13 November 2021   12:17 25 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Kesehatan merupakan kondisi seseorang dalam keadaan baik dan sejahtera secara fisik, mental dan sosial. Kesehatan fisik seperti halnya bisa dapat melakukan aktivitas apapun tanpa merasa kesakitan pada tubuhnya. Aktivitas fisik yang biasa dilakukan lansia seperti berkebun, walau hanya sekedar menyirami tumbuhan, namun punggungnya merasa kesakitan karena mengalami pengeroposan tulang atau biasa disebut Osteoporosis.

Berbeda dengan kesehatan fisik, kesehatan mental merupakan suatu kondisi seseorang mengalami sakit namun tidak dapat terlihat oleh mata, tapi dapat dirasakan oleh pikiran dan perasaan. Kesehatan mental adalah kesehatan yang berkaitan dengan batin dan sifat. Seseorang yang mengalami sakit secara mental akan sangat sulit untuk mengendalikan perasaan dan perilaku yang akan diluapkannya untuk melampiaskan kesakitannya tersebut. Contohnya pada Depresi, orang yang mengalami depresi akan cenderung sedih dan murung dalam jangka waktu panjang. Ciri-ciri seseorang yang mengalami depresi yaitu selalu dibebani dengan rasa bersalah, serin menyalahkan diri sendiri, merasa putus asa, selalu merasa cemas dan khawatir secara berlebihan, sensitif mudah marah dan menangis. Namun orang yang mengalami salah satu atau bahkan semua ciri-ciri tersebut tidak disarankan untuk self-diagnosis atau mendiagnosis diri sendir tanpa bantuan dari psikolog atau psikiater.

Sedangkan, kesehatan sosial merupakan hubungan sosial dengan antar perorangan, lingkungan dan kelompok tertentu. Sesorang akan dikatakan memiliki kesehatan sosial yang baik dengan menjalani hubungan sosial dan menentukan kualitas hubungan sosial dengan cara seperti bagaimana saya akan berinteraksi dengan orang lain?, hubungan seperti apa yang saya hargai?, interaksi seperti apa yang membuat saya senang atau bahkan melelahkan? Pakah ada orang yang dapat saya hubungi ketika saya membutuhkan dukungan? Dan lain sebagainya.

Menurut Corey Kayes, seorang ahli sosiologi psikologi mengatakan bahwa ada 3 unsur penting dalam kesehatan sosial, yaitu:

1. Sifat subjektif dan pribadidapat dilihat berdasarkan bagaimana cara anda melihat hubungan dengan teman, keluarga atau orang lain.

2. Hal terpenting adalah kualitas bukan kuantitas. Artinya, anda tetap bisa merasa sehat secara sosial walaupun memiliki sedikit teman dekat.

3. Hubungan sosial tidak hanya dilihat antara dua orang, tapi juga melibatkan lingkungan yang lebih luas seperti pada teman kerja, teman sekolah atau bahkan tetangga.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya dalam kesehatan sosial, keluarga saya dan tetangga sekitar tetap akrab walaupun tinggal didalam perumahan yang mayoritas orang-orangnya jarang melakukan interaksi sosial antar tetangga.

Di pagi hari, ibu saya berbelanja ketika ada tukang sayur lewat dan biasa melakukan interaksi sosial dengan tetangga walau hanya berbincang tentang masakan. Ayah dan ibu saya juga sering renang dan melakukan interaksi sosial dengan penjaga kolam di perumahan kami, walau hanya sekedar bercanda ringan. Saya dan kakak saya mengikuti organisasi remaja mushollah di perumahan, kami juga melakukan interaksi sosial bersama dengan teman-teman muslim walau hanya sekedar begadang dan makan bersama. Sesama tetangga non-muslim pun kami sekeluarga tetap melakukan interaksi sosial, seperti halnya saling menyapa saat bertemu.

Nama : Nuruz Zakiyatut Taqiyah
NIM   : 2130021017
Prodi : S1 Kesehatan Masyarakat
Universitas Nahdlatul Ulama' Surabaya
Tugas UTS Bahasa Indonesia

Mohon tunggu...

Lihat Konten Kesehatan Selengkapnya
Lihat Kesehatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan