Mohon tunggu...
Nurulloh
Nurulloh Mohon Tunggu... Building Kompasiana

Ordinary Citizen

Selanjutnya

Tutup

Media Artikel Utama

Tahun ke-11 dan Berkompromi dengan "Value Proposition"

22 Oktober 2019   19:46 Diperbarui: 22 Oktober 2019   21:48 0 33 14 Mohon Tunggu...
Tahun ke-11 dan Berkompromi dengan "Value Proposition"
Catatan pendiri harian KOMPAS PK Ojong di Kompasiana

Tahun lalu, saat Kompasiana memasuki usia satu dekade sebagai platform blog, saya dan tim sepakat menjalankan misi akselerasi yang kami sampaikan juga melalui tema acara ulang tahun ke-10 Kompasiana di kawasan Menteng, Jakarta.

Akselerasi dari sisi performa sangat dibutuhkan agar produk ini memiliki jangkauan yang lebih luas dengan koleksi konten yang variatif serta menghimpun lebih banyak content creator dari penjuru negeri.

Agar berjalan sesuai objektif, kami menyusun beberapa initiatif. Di antaranya, memperbaiki performa mesin yang menjadi tulang punggung sebuah produk digital, melanjutkan program K-Rewards dengan ketentuan baru, memberikan privilege kepada verified user, memberikan ruang lebih bagi konten-konten non-politik dan lainnya.

Untuk memastikan strategi tersebut efektif, kami selalu pantau di tiap minggunya. Jika dirasa ada yang kurang efektif kami segera evaluasi atau bahkan mencari strategi lain.

Seperti catatan saya sebelumnya, tahun ini Kompasiana menemukan performa terbaiknya---setelah dalam kurun waktu empat tahun mengalami tren yang kurang baik---dari sisi jumlah pembaca (pageviews), member baru, konten tayang dan interaksi melalui jumlah komentar serta blogger aktif.

Rata-rata pertumbuhannya mencapai 30 persen (YoY) untuk member baru dan blogger aktif. Sedangkan jumlah pembaca rata-rata tumbuh lebih dari 70 persen (YoY).

Menurut pemeringkat situs web www.alexa.com, Kompasiana masuk 20 besar situs web populer di Indonesia.

Pencapaian yang positif dan menggugurkan hipotesis bahwa era blog segera berakhir seiring tumbuh-kembang social platform yang dihegemoni oleh Google dan Facebook dengan segala produknya.

Namun, peringkat dan sentimen positif tersebut bukanlah satu-satunya parameter tumbuhnya Kompasiana. Ada ukuran lain yang tidak kalah besar pengaruhnya - dan masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami.

The right place for the right thought
Pernah suatu ketika, saya dilibatkan dalam sebuah dialektika "noise or voice". Di situ, habit netizen di media sosial termasuk platform blog seperti Kompasiana dihakimi.

Sebagian besar sepakat bahwa media sosial hanya menghasilkan "kebisingan" yang tidak lebih dari sekadar obrolan tidak beresensi. Mungkin ada benarnya jika dilihat dari satu sisi saja, misal derasnya informasi bohong dan sahut-sahutan netizen melalui thread yang tidak berfaedah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x