Bahasa

Penyalahgunaan Kata "Acuh" dan "Abai" di Kalangan Sekitar Masyarakat

11 Juli 2018   11:59 Diperbarui: 11 Juli 2018   12:17 180 0 0
Penyalahgunaan Kata "Acuh" dan "Abai" di Kalangan Sekitar Masyarakat
dokpri


Pada sekumpulan masyarakat zaman sekarang terkadang penempatan beberapa kata acap kali salah diterapkan. Para penulis, masyarakat dan pengguna media sosial yang menggunakan bahasa Indonesia kini bisa menggunakan kata "acuh" yang seharusnya dalam kbbi berarti peduli tetapi disalah artikan menjadi tidak peduli. Padahal jika mereka ingin memakai sebuah kata yang bermakna tidak peduli, mereka bisa memakai kata.

dokpri
dokpri
Abai dalam percakapan mereka sehari-hari atau dalam tulisan berita yang mereka unggah di kolom media pemberitaan mereka, seperti dalam kalimat berikut ini:

"Ironisnya, pengelola bus acuh dan tidak mau bertanggungjawab, korban melapor ke petugas di Terminal Rajabasa." 

Dalam kalimat tersebut kata acuh tak pantas dipakai jika disandingkan dengan frasa tidak mau bertanggungjawab. Seharusnya kata acuh dikalimat itu disandingkan dengan frasa mau bertanggungjawab, atau yang lebih pantasnya frasa tidak mau bertanggungjawab itu disandingkan dengan kata abai.